Berita Bali

Bali Smirnoff Gandeng Artis Dimas Anggara Kampanyekan Teknologi Kemasan Ramah Lingkungan

Upaya Pelestarian, di Bali Smirnoff Gandeng Artis Dimas Anggara Kampanyekan Teknologi Kemasan Ramah Lingkungan

Tribun Bali/Adrian
Artis Dimas Anggara saat menghadiri acara peluncuran kemasan ramah lingkungan Smirnoff di La Brisa Bali, pada Jumat 30 September 2022 

 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Isu lingkungan hidup semakin gencar diperbincangkan oleh berbagai elemen.

Salah satunya yang paling mencolok adalah sampah plastik yang kerap menimbulkan permasalahan isu lingkungan disusul sampah kaca serta keramik.

Sampah kaca dan keramik menempati posisi kedua jenis sampah terbanyak.

Industri minuman beralkohol di dunia memproduksi sekitar 40 miliar botol kaca setiap tahun.1

Sebagai merek vodka nomor 1 di dunia, Smirnoff memperkenalkan kampanye #SmirnoffSustainiverse di Indonesia sebagai bukti kepedulian Smirnoff terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Untuk menghasilkan impact yang lebih signifikan, Smirnoff berkolaborasi dengan ecoSPIRITS untuk meluncurkan Smirnoff dalam kemasan baru yang ramah lingkungan, ecoTOTE™.

Format kemasan baru ini dapat digunakan secara berulang-ulang sehingga mengurangi limbah botol dan jejak karbon.

Kemasan baru tersebut dapat ditemui di outlet-outlet di Bali dan Jakarta yang merupakan sebuah langkah maju untuk menjadi merek yang paling berkelanjutan.

Komitmen ini sejalan dengan rencana sepuluh tahun Diageo selaku pemilik merek Smirnoff dalam Society 2030: Spirit of Progress dalam upaya menciptakan dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Kami tidak hanya berfokus pada kepuasan pelanggan tetapi juga turut berpartisipasi untuk mewujudkan dunia yang lebih baik melalui cara yang mudah dan menyenangkan. Melalui program ini, kami mengajak para mitra untuk turut serta mendukung program ini dengan beralih menggunakan kemasan ecoTOTE.” kata Alefiyah Sarma Presiden Direktur PT Langgeng Kreasi Jayaprima (Diageo Indonesia) di La Brisa, Bali, pada Jumat 30 September 2022 sore.

Pengemasan dalam ecoTOTE™ adalah solusi pengemasan dan distribusi sirkular tertutup, dimana ecoTOTE™ yang sudah kosong akan dikembalikan ke ecoPLANT™ untuk diisi ulang.

"Ini tak hanya mengurangi limbah kaca sekali pakai tetapi juga mengurangi 3,3kg karbon setiap siklus konsumsi. Kemasan ecoTOTE™ sangat aman dan higienis dengan teknologi tahan goncangan," paparnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved