Berita Bali

Healing Spiritual di Sayan Rumaket Festival di Ubud Bersama House of Om

Festival Sayan Rumaket 2022 bakal diisi program dari House of Om yang telah menjadi rekanan utama pada acara komunitas lokal tersebut.

Tribun Bali/Adrian
Jumpa pers Sayan Rumaket Festival 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Festival Sayan Rumaket 2022 bakal diisi program dari House of Om yang telah menjadi rekanan utama pada acara komunitas lokal tersebut.

House Of Om yang merupakan sekolah dan komunitas yoga ikut berpartisispasi dalam acara Festival di Ubud Bali ini yang bertujuan mendekatkan komunitas lokal agar semakin dekat dalam kebersamaan.

Pemerintah Desa Sayan, Ubud, Gianyar, Bali akhirnya kembali menggelar event tahunan Sayan Rumaket dengan skala kegiatan yang lebih luas setelah merebaknya pandemic COVID-19 yang dihelat selama 2 hari, Sabtu dan Minggu 8-9 Oktober 2022.

PKM dosen Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
PKM dosen Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (Istimewa)

Sayan Rumaket dilahirkan untuk menginspirasi manusia untuk berpihak kepada lingkungan, sosial, budaya, seni dan pendidikan menjadi langkah untuk memperkenalkan potensi desa di bagian barat Ubud itu.

House of Om berpartisipasi dalam festival seni, tentunya juga Yoga dan program percampuran budaya yang berlangsung di Sayan, dengan mempersembahkan beragam aktifitas dan program khusus dalam rangka mendukung dan meramaikan percampuran budaya serta yertumbuhan spiritual

Keselarasan, pembauran, saling peduli dan saling menghormati adalah nilai-nilai yang sudah berjalan dalam budaya lokal Bali dan demikian juga di dalam sekolah House of Om, menjadi semangat Yoga sejati.

“Ini adalah salah satu kesempatan untuk masyarakat lokal Bali dan turis untuk bertemu dan bersama-sama untuk saling berbagi, belajar bersama dan menciptakan semangat persatuan yang sebenarnya, saling memahami dan mencintai,” kata Founder House of Om, Wissam Barakeh kepada Tribun Bali, Sabtu 1 Oktober 2022

Dia mengatakan, dalam acara ini House of Om juga menyuguhkan penampilan musik Kirtan , tarian estetik dan kelas yoga untuk masyarakat lokal serta makanan sehat khusus untuk vegetarian.

“Semua murid kami mendapatkan kesempatan istimewa yang unik agar sungguh-sungguh mengerti bagaimana budaya lokal mampu membaur dengan komunitas dan belajar tentang bagaimana healing spiritual dan mempraktekannya serta mengamaikannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mendapatkan pengalaman dan perpaduan antar budaya secara langsung dan nyata dan pengalaman ini sangat berharga,” pungkas Wissam. (*)

 

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved