Sponsored Content

Puncak World Tourism Day 42, Poltekpar Bali Adakan Pameran Kewirausahaan dan Pagelaran Pentas Budaya

Meriahkan Puncak World Tourism Day 42, Poltekpar Bali Adakan Pameran Kewirausahaan dan Pagelaran Pentas Budaya

Editor: Harun Ar Rasyid
TB/Istimewa
Politeknik Pariwisata Bali sebagai tuan rumah sukses menggelar pameran kewirausahaan pada tanggal 30 september 2022 

TRIBUN-BALI.COM- Politeknik Pariwisata Bali sebagai tuan rumah sukses menggelar pameran kewirausahaan pada tanggal 30 september 2022 berlokasi tepat di depan Taman Makardhi.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa/i prodi administrasi perhotelan semester 3, seluruh panitia yang terlibat, para tamu undangan dan stand kewirausahaan dari berbagai Politeknik Kemenparekraf, seperti stand HOSA (horas snack) dari Politeknik pariwisata Medan dan Heal the organic and healthy dari Politeknik Pariwisata Palembang.

Acara ini dibuka dengan persiapan masing-masing tenant pada both pemaran di jalan setapak Taman Makardhi dengan selang waktu 30 menit dari pukul 08.00. dilanjutkan dengan pembukaan dari Ka.

Politeknik Pariwisata Bali sebagai tuan rumah sukses menggelar pameran kewirausahaan pada tanggal 30 september 2022
Politeknik Pariwisata Bali sebagai tuan rumah sukses menggelar pameran kewirausahaan pada tanggal 30 september 2022 (TB/Istimewa)

Panitia World Tourism Day dan pameran kewirausahaan masing-masing tenant. Sivitas akademika Politeknik Pariwisata Bali juga diperkenankan untuk melihat berbagai macam aneka hidangan hingga busana yang tersedia di masing-masing stand.

Bersamaan dengan itu, jamming session juga dihadirkan oleh Mahasiswa/I Politeknik Pariwisata Bali guna memberikan hiburan pada saat acara pameran berlangsung. Kunjungan Ibu Ni Wayan Giri Advani selaku Sekretaris Kemenparekraf turut memeriahkan acara pameran kewirausahaan ini.

Dalam sesi wawancara dengan Bapak I Putu Esa Widaharthana, SE., M.Sc. menyebutkan bahwa disediakan-nya 21 tenda yang diisi oleh 6 Politeknik Kemenparekraf yaitu, Politeknik Pariwisata Medan, Palembang, makassar, Bandung, Bali dan Lombok adapula dari alumni/alumnus Politeknik Pariwisata Bali, inkubator STPreneur, inkubator usaha lestari.

Pameran kewirausahaan ini dipilih karena berkenaan dengan bagaimana upaya kita membangun ekosistem kewirausahaan Politeknik Pariwisata Kemenparekraf dan juga bagaimana kita mengimplementasikan arahan dari Kemenparekraf yakni, minimal 30 persen lulusan Politeknik Pariwisata Kemenparkraf itu berwirausaha, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat memantik Mahasiswa/I Poltekpar agar memulai kegiatan berwirausaha sehingga dapat memberi pembelajaran dan pengalaman bagi Mahasiswa/I untuk dapat memberikan kesadaran bagi mahasiswa/I lainnya.

Berlangsungnya kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengalaman bagaimana berhadapan langsung dengan customer dan dalam upaya memfalidasi produk atau layanan yang mereka tawarkan ke pasar.

Kegiatan yang sangat menarik, dan antusias peserta yang sangat semangat dalam hal mempromosikan produk mereka masing-masing.

Dan dalam meriahkan World Tourism Day yang ke-42 Politeknik Pariwisata Bali mengadakan Pagelaran Budaya yang dilaksanakan di Amphitheater yang dimulai dari pukul 17.30 WITA dimana acara ini diikuti oleh perwakilan setiap prodi mahasiswa semester I diantaranya ADH, MKP, MAH, MKH, MBP, dan MDK.

Untuk mendukung kegiatan ini para mahasiswa serta dosen yang megunjungi kegiatan ini diwajibkan menggunakan pakaian batik maupun endek sebagai bentuk apresiasi kebudayaan Indonesia.

Acara ini dimulai dari pembukaan oleh MC yang dilanjutkan dengan opening speech dari bapak Sandiaga Salahudin Uno selaku Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pemberian speech tersebut dilakukan secara online dengan harapan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Selanjutnya ditampilkan video rekap politeknik pariwisata seluruh Indonesia yang berada dibawah naungan kementrian pariwisata dimana video tersebut menampilkan kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan World Tourism Day salah satu nya kampus Politeknik Pariwisata Bali.

Acara berikutnya dilanjutkan dengan tarian sambutan selamat datang yang ditampilkan oleh sekelompok penari, yang selanjutnya disambung dengan tampilan tari Nusantara yang dibawakan oleh para penari Politekbnik Pariwisata Bali.

Tari Nusantara ini merupakan salah satu tari kreasi yang diciptakan oleh UKM seni tari Politeknik Pariwisata Bali.

Penampilan tari ini merupakan suatu tarian kombinasi yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, yang ditampilkan oleh 7 orang penari dengan menggunakan kostum yang berbeda-beda.

Selain acara kebudayaan yang ditampilkan Politeknik Pariwisata Bali juga menampilkan parade Nusantara dimana parade ini menampilkan pakaian adat yang digunakan di setiap provinsi yang ada di Indonesia.

Terdapat 34 pakaian adat tradisional yang ditampilkan dengan tujuan penampilan parade ini dapat memperluas jangkauan pengetahuan para mahasiswa maupun penonton lainnya mengenai baju adat tradisional yang ada di seluruh Indonesia. Penampilan tersebut di bawakan oleh para Jegeg Bagus Politeknik Pariwisata Bali.

Acara terakhir menampilkan tarian kolaborasi Watugunung Runtuh dengan tari kecak kolosal. Tarian ini menceritakan tentang Watugunung yang merupakan anak dari Dewi Sinta yang terkalahkan oleh Dewa Wisnu. Tarian ini merupakan acara penutup yang ditampilkan sebagai acara untuk memeriahkan World Tourism Day. Pentas Budaya ini dilakukan sebagai salah satu bentuk realisasi Bali yang dikenal akan kebudayaannya, dimana kebudayaan tersebut menjadi daya tarik para wisatawan. Pementasan ini juga dapat dikatakan sebagai bentuk pelestarian budaya yang sangat berpengaruh dalam Pariwisata berkelanjutan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved