Berita Denpasar

Terima Paket Kokain dari Kanada, Pria WN New Zealand Diringkus BNNP Bali, Peran Anjing Pelacak

Terima Paket Kokain Dari Kanada, Pria WN New Zealand Diringkus BNNP Bali, Peran Anjing Pelac

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Marianus Seran
Tribun Bali
Pengungkapan kasus narkoba BNNP Bali 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Seorang pria warga negara New Zealand, kelahiran Bandung Jawa Barat berinisial MP diringkus Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali karena kedapatan menerima paket pesanan berisi narkoba jenis Kokain yang disinyalir dikirim dari negara Kanada.

Sebelumnya, BNNP Bali juga mengungkap pemasok besar narkoba jenis kokain di Canggu, Kuta Utara, beberapa waktu lalu, meski begitu rupanya peredaran gelap masih terjadi.

Pelaku berhasil diringkus di lingkungan Perumahan Griya Alam Pecatu, Kuta Selatan, Badung pada Selasa 30 Agustus 2022.

Baca juga: Kemungkinan Jemput Paksa Lukas Enembe, 1.800 Pasukan Siap Angkut Gubernur Papua itu

Penangkapan ini juga hasil kerjasama dengan Bea Cukai Ngurah Rai. Kepala Bea Cukai Ngurah Rai Mira Puspita Dewi mengatakan, awalnya kokain tersebut anjing pelacak K-9 milik Bea Cukai Ngurah Rai, di mana barang tersebut didistribusikan melalui kantor pos di Denpasar pada 26 Agustus 2022.

"Bea Cukai sudah mendapatkan sampel atau kit training kokain dari BNNP Bali untuk melatih anjing pelacaknya. Ternyata, pelatihan ini langsung membuahkan hasil," ujar dia di Kantor BNNP Bali, Denpasar, pada Kamis 29 September 2022

Pihaknya kemudian koordinasi dengan BNNP Bali untuk mengawasi pengiriman barang tersebut, petugas tak ragu langsung beraksi saat barang tersebut tiba di tangan pelaku MP di halaman parkir ruko, lingkunah Perumahan Griya Alam Pecatu. 

Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra MP menjelaskan, saat petugas melakukan penggeledahan, ditemukan sejumlah mail pos (kotak surat), yang berisi plastik klip berisi kokain seberat 3,03 gram netto.

Baca juga: Kemampuan Rescuer Pencarian Bawah Air Diharapkan Meningkat Usai Pelatihan Scuba Diving Open Water

Selain itu, dikatakannya, terdapat narkoba jenis lain seperti MDMA alias ekstasi seberat 1,87 gram netto dan Ketamin seberat dengan berat 1,74 gram netto.

"Kemungkinan setelah kami ungkap tiga WNA sebagai pemasok besar kokain di Canggu, pelaku menyiasati agar bisa memasukan kokain lagi memakai mail pos," ujar Jendral Bintang Satu ini.

MP, WN New Zealand berusia 42 tahun itu mengakui barang itu dikirim oleh temannya dari Kanada dan kini peran dan keterlibatannya saat ini masih didalami oleh BNNP Bali.

“Atas perbuatannya, MP disangkakan Pasal 113 ayat 1 dan Pasal 112 Ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” tegasnya. (*)

 

 


 


 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved