Liga 1 Indonesia

FAKTA GAS AIR MATA di Stadion Kanjuruhan, Simak Alasan Polisi Hingga Aturan FIFA

Federasi sepak bola dunia (FIFA) secara tegas melarang penggunaan gas air mata dalam pertandingan sepak bola.

Kompas.com/Suci Rahayu
Tembakan Gas Air Mata - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan pihak kepolisian menembakkan gas air mata. Semua bermula saat petugas memberikan imbauan, kepada supporter agar tidak turun ke lapangan. Ternyata hal tersebut tidak diindahkan oleh sejumlah supporter, hingga nekat turun ke lapangan setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya selesai digelar pada Sabtu (1/10/2022) malam. 

TRIBUN-BALI.COM - Duka terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, kemarin malam 1 Oktober 2022. 

Pertandingan Liga 1 Indonesia, antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, menjadi ricuh dan rusuh. 

Naasnya banyak korban berjatuhan hingga meninggal dunia, pada tragedi maut ini. 

Tentu saja, ini menjadi mimpi buruk dunia sepak bola Indonesia dan dunia. 

Apalagi korban meninggal dunia berjumlah ratusan orang, begitu pula korban luka-luka. 

Baca juga: TRAGEDI MAUT Kanjuruhan, Ini Penyebab Banyaknya Supporter Meninggal Dunia 

Baca juga: FIFA Potensi Berikan Hukuman Ini, Pada Tragedi Maut Kanjuruhan Arema FC vs Persebaya Surabaya

Baca juga: TRAGEDI MAUT Sepak Bola di Malang, Presiden Joko Widodo Minta Liga 1 Indonesia Dihentikan

Duka terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, kemarin malam 1 Oktober 2022. 

Pertandingan Liga 1 Indonesia, antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, menjadi ricuh dan rusuh. 

Naasnya banyak korban berjatuhan hingga meninggal dunia, pada tragedi maut ini. 

Tentu saja, ini menjadi mimpi buruk dunia sepak bola Indonesia dan dunia. 

Apalagi korban meninggal dunia berjumlah ratusan orang, begitu pula korban luka-luka. 
Duka terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, kemarin malam 1 Oktober 2022.  Pertandingan Liga 1 Indonesia, antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, menjadi ricuh dan rusuh.  Naasnya banyak korban berjatuhan hingga meninggal dunia, pada tragedi maut ini.  Tentu saja, ini menjadi mimpi buruk dunia sepak bola Indonesia dan dunia.  Apalagi korban meninggal dunia berjumlah ratusan orang, begitu pula korban luka-luka.  (SURYAMALANG.COM/Purwanto)

Dilansir dari TRIBUNNEWS.COM,  kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, yang menewaskan ratusan supporter masih menyisakan tanda tanya.

Termasuk alasan pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke arah supporter.

Padahal menurut aturan federasi sepak bola dunia FIFA, sudah secara tegas melarang penggunaan gas air mata di stadion.

Belakangan diketahui, tembakan gas air mata tersebut membuat supporter dalam Stadion Kanjuruhan panik.

Mereka berdesak-desakan menghindari gas yang membuat mata perih dan sesak napas itu.

Berikut fakta- fakta soal tembakan gas air mata di Kerusuhan Stadion Kanjuruhan dikutip dari SURYAMALANG.com dan Kompas.com, Minggu (2/10/2022).

Alasan kepolisian 

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan pihak kepolisian menembakkan gas air mata.

Semua bermula saat petugas memberikan imbauan, kepada supporter agar tidak turun ke lapangan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved