Hari Batik Nasional

Kisah Ayah dan Anak di Jimbaran yang Koleksi Ratusan Kain Batik, Mulai dari Udeng hingga Selendang

Perayaan Hari Batik Nasional, bisa menjadi momen bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai batik.

Dok. AA Bagus Cahya Dwijanata
Kiri: Anak Agung Bagus Cahya Dwijanata, kanan: IGKG Yusa Arsana Putra 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kisah Ayah dan Anak di Jimbaran yang Koleksi Ratusan Udeng Batik

Tribunners, tanggal 2 Oktober 2022 diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Perayaan ini bisa menjadi momen bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai Batik.

Hari Batik dapat dirayakan dengan berbagai cara, mulai dari penggunaan kain atau pakaian batik, hingga pagelaran pameran motif-motif batik di berbagai daerah.

Nah, Tribun- Bali berkesempatan menggenal salah satu penggemar Batik asal Jimbaran, Bali.

Ayah dan anak ini mengoleksi hampir 300 Kain Batik di rumahnya.

Sang ayah yang bernama IGKG Yusa Arsana Putra mulai jatuh cinta dengan Kain Batik sejak tahun 1995, lalu kecintaanya itu menurun kepada sang anak yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar.

Koleksi kain batik
Koleksi kain batik (Dok. AA Bagus Cahya Dwijanata)

Kepada Tribun- Bali, pria yang akrab disapa Gung Yusa ini, mengatakan bahwa dirinya punya imajinasi luar biasa tentang Batik klasik yang berusia puluhan tahun bahkan lebih, sehingga ia ingin mengoleksinya.

Saking kegemarannya mengoleksi benda yang sudah menjadi warisan budaya dunia UNESCO itu, Gung Yusa rela meluangkan waktu untuk berburu Kain Batik klasik ke penjuru nusantara ditemani sang anak.

"Beberapa kota yang terkenal dengan batiknya yang pernah saya dikunjungi yaitu Solo, Jogja, Rembang, Palembang, dan bahkan terakhir Malang juga Banyuwangi yang juga sedang mengembangkan pola Batik terbaru," katanya kepada Tribun- Bali (2/10).

"Sementara Jakarta dan Bandung juga sering dikunjungi, untuk sekedar melihat perkembangan design terbaru Batik Betawi dan Sunda," tambahnya.

Gung Yusa mengaku tidak sulit merawat Kain Batiknya. Jika tidak dipakai, cukup disimpan saja dengan rapi.

Kemudian, ia menambahkan, ada beberapa yang harus diperhatikan ketika hendak mencuci Kain Batik.

"Untuk tips mencuci Batik, baiknya tidak menggunakan mesin cuci dan deterjen berbahan kimia, pencucian batik bisa menggunakan buah lerak, apabila tidak ada, cukup dicuci dengan air bersih dan ditambahkan pewangi serta jangan dijemur langsung di bawah terik matahari guna menjaga keawetan benang dari Kain Batik," paparnya.

Baca juga: Siat Yeh, Tradisi Penuh Filosofi yang Jadi Ikon Utama Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali 2022

Baca juga: Siat Yeh, Tradisi Penuh Filosofi yang Jadi Ikon Utama Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali 2022

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved