Sponsored Content

Tim PKM Unmas Denpasar Menggiatkan Pertanian Organik melalui pelatihan pembuatan Pestsida Nabati

Tim PKM Unmas Denpasar Menggiatkan Pertanian Organik melalui pelatihan pembuatan Pestsida Nabati dan Pupuk Organik Cair di Dusun Sarikuning Desa Tukad

Editor: Harun Ar Rasyid
Tim PKM Unmas Denpasar Menggiatkan Pertanian Organik melalui pelatihan pembuatan Pestsida Nabati
TB/Istimewa
Pelatihan membuat pestisida nabati dari tanaman di sekitar petani

TRIBUN-BALI.COM - Kelompok Tani Mesari sebagai mitra PKM adalah merupakan kelompok tani lahan kering yang berlokasi di Desa Tukadaya Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana Provinsi Bali.

Lokasi mitra merupakan wilayah bagian barat pulau Bali dengan jarak sekitar 115 km dari kampus Universitas Mahasaraswati Denpasar yang dapat ditempuh sekitar 3 jam perjalanan.

Kelompok tani mitra melakukan aktivitas bertani pada ladang yang merupakan lahan kering dengan jenis tanaman budidaya yang utama adalah tanaman porang (Amorphophallus muelleri).

Tanaman porang saat ini menjadi pilihan untuk dibudidayakan oleh petani sehubungan dengan harga jual yang sangat mengiurkan dan menguntungkan, namun karena jenis tanaman porang relative baru dikenal petani maka terdapat kendala yang dihadapi dalam membudidayakannya.

Pelatihan membuat pupuk organic dari limbah ternak dan tanaman
Pelatihan membuat pupuk organic dari limbah ternak dan tanaman (TB/Istimewa)

Hasil observasi tim pengusul PKM dan diskusi dengan ketua kelompok petani mitra yaitu bapak I Wayan Redana didapatkan bahwa kendala yang dihadapi petani lahan kering dalam usaha tani porangnya menurut ketua kelompok adalah

a) sebagian besar lahan yang dimiliki petani kondisinya tidak datar/miring sehingga teknis pengolahan tanah masih menggunakan cangkul akibatnya memerlukan waktu lama,

b) petani masih awam dalam budidaya tanaman porang, termasuk dalam pemilihan bibit, teknis penanaman, dan pemupukan,

c) petani belum memahami bagaimana mengendalikan hama penyakit dan gulma pada tanaman porang, dan

d) petani belum melakukan manajemen usaha tani yang baik sehingga belum menghitung dengan baik biaya, potensi dan peluang keuntungan yang potensial dari usaha taninya. Hasil diskusi ketua Bapak Ir. I Made Buadiasa, M Agr., dan team; Ibu Putu Eka Pasmidi Ariati, S.P., M.P, dan bapak Prof. Dr. Ir. I Ketut Widnyna., M. Si. dengan mitra disepakati bahwa solusi yang akan diberikan antara lain

Bantuan dan pelatihan mengolah tanah dengan handtracktor
Bantuan dan pelatihan mengolah tanah dengan handtracktor (TB/Istimewa)

a) bantuan traktor mini dengan gigi baja untuk olah tanah lahan kering,

b) pelatihan teknis budidaya porang, c) pelatihan dalam membuat pupuk organic berbasis limbah pertanian dan Trichoderma sp,

d) pelatihan membuat pestisida berbasis Trichoderma sp, dan bahan tanaman untuk hama penyakit porang,

e) pelatihan manajemen dan analisa usaha tani. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, bantuan TTG, pendampingan, dan evaluasi hasil kegiatan dengan melibatkan mitra petani sepenuhnya.

Beberapa kegiatan yang telah di laksanakan Tim desa mitra dari Universitas Mahasaraswati Denpasar yang pertama Pelatihan pembuatan pupuk organik dari bahan limbah organik yang ada disekitar dan bahan tanaman potensial sebagai pupuk seperti : buah maja, bungkil pisang, limbah sayuran, biourine sapi, bawang merah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved