Liga 1

Tragedi Kanjuruhan Liga 1: YLKI hingga Mahfud MD, Harapkan Reformasi Sepakbola Indonesia

Tragedi Kanjuruhan yang menelan korban jiwa sebanyak 145 orang menjadi perhatian banyak kalangan muali dari YLKI hingga Mahfud MD

SURYAMALANG.COM/Purwanto
Suporter Arema turun ke lapangan saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang antara Aremania dan aparat keamanan pada 1 Oktober 2022 malam. Tragedi Kanjuruhan Liga 1: YLKI hingga Mahfud MD, Harapkan Reformasi Sepakbola Indonesia 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tragedi Kanjuruhan yang menelan korban jiwa sebanyak 145 orang menjadi perhatian banyak kalangan mulai dari YLKI hingga mhfud MD.

Tragedi Kanjuruhan menjadi salah satu catatan kelam pertandingan sepakbola Indonesia, sehingga Yayasan lembaga Konsumen Indonesia hingga Mahfud MD langsung angkat suara soal kejadian tersebut.

YLKI dan Mahfud MD meminta agar ada reformasi yang lebih baik dalam pergelaran sepakbola Indonesia yang saat ini menjadi hal yang tidak dapat dibanggakan.

Dilansir dari akun twitter resmi milik YLKI @YLKI_ID, yayasan ini mengungkapkan beberapa hal terkait dengan tragedi kanjuruhan tersebut.

Baca juga: TEGAS! PSSI Larang Arema FC Jadi Tuan Rumah Di Liga 1, Sanksi Tegas Hingga Ranah Pidana Menunggu

Terhadap tragedi bola di Malang, yang menewaskan lebih dari 145 orang penonton, berikut catatan keras YLKI:

1. Mengucapkan duka yang mendalam terhadap korban dan keluarga korban, sebagai  konsumen pertandingan bola;

2. Mengecam dengan keras atas tragedi tersebut. Tragedi ini harus diusut tuntas, dari mulai penyelenggaran, pemilihan tempat, sampai tindakan di lapangan oleh kepolisian;

3. Mendesak manajemen penyelenggara, untuk bertanggung jawab, baik secara perdata dan/atau bahkan pidana. Secara perdata, manajemen dan penyelenggara harus memberi kompensasi & ganti rugi thd korban/ keluarga korban;

4. Mendesak untuk dibentuk tim investigasi independen, bukan tim yang dibentuk oleh PSSI. Sebab dalam kasus ini, PSSI adalah pihak yang juga harus diminta pertanggungjawaban.

Baca juga: Di Balik Cerita Kelam Tragedi Kanjuruhan, Panpel Ajukan Perubahan Kick-Off Tapi Tak Disetujui PT LIB

5. Tragedi ini hanya akan membuat wajah dan dunia sepak bola Indonesia makin terpuruk dan berpotensi mendapat sanksi keras oleh FIFA;

6. Mendesak PSSI/penyelenggara liga Indonesia untuk memberikan sanksi keras pada klub (degradasi) yang suporternya melakukan tindakan pelanggaran.

Selain dari phak YLKI, Menkopolhukam Mahfud MD juga mengunggah pernyataan resmi lewat akun Instagram resminya.

Dia sangat menyayangkan hal yang mencoreng nama baik kancah persepakbolaan Indonesia yang menyebabkan sebanyak lebih dari 145 orang meninggal dunia.

Dilansir dari akun resmi Mahfud MD @mohmahfudmd, dia mempertanyakan panpel yang tidak melaksanakan rekomendasi yang sudah diberikan aparat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved