Berita Jembrana

Jatah Kuota di SPBN Dikurangi 50 Persen, Biaya Operasional Nelayan Jembrana Makin Membengkak

Sejak juni, kuota BBM jenis solar di SPBN Pengambengan Jembrana dikurangi hingga 50 persen. Hal ini membuat biaya operasional nelayan membengkak.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana sepi di SPBN Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Minggu 2 Oktober 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana akan segera mengusulkan penambahan kuota BBM jenis solar di SPBN Pengambengan.

Sebab, sejak juni, kuota justru dikurangi hingga 50 persen.

Hal ini membuat para nelayan harus membeli solar ke SPBU dengan jarak yang cukup jauh.

Tentunya hal ini memberatkan karena harus mengeluarkan biaya operasional lebih banyak.

Baca juga: 120 Hektare Sawah Digusur Jalan Tol, Penyempitan Lahan Sawah Produktif di Jembrana Tak Terbendung


Menurut data yang diperoleh dari SPBN Pengambengan, jika sebelumnya atau sejak Januari-Mei dijatah 368.000 liter dengan 23 kali pengiriman dalam sebulan, sejak Juni hanya mendapat jatah 180.000 liter dengan 11 kali pengiriman. Per pengiriman, mereka mendapatkan 16.000 liter.


"Kemarin hanya melaporkan habis saja di SPBN. Belum ada laporan terkait hal tersebut, tapi kita akan perjuangkan," kata Ketua HNSI Jembrana, I Made Widanayasa saat dikonfirmasi, Senin 3 Oktober 2022. 


Dia melanjutkan, untuk sementara, SPBU masih membantu para nelayan kita dengan syarat membawa rekomendasi dari SPBN dan dinas setempat.

Namun karena ini merupakan tuntutan nelayan, pihaknya akan memperjuangkan agar tidak lagi kesulitan. 

Baca juga: 120 Hektare Sawah Digusur Jalan Tol, Penyempitan Lahan Sawah Produktif di Jembrana Tak Terbendung


"Kita segera bersurat ke SPBN untuk membuat permohonan penambahan tersebut. Nanti jika siap membantu membuat rekomendasi juga," tegasnya. 


Menurutnya, selama ini nelayan yang kekurangan solar di SPBN Pengambengan terpaksa membeli tambahan di SPBU terdekat.

Namun, SPBU terdekat dari Pengambengan jaraknya cukup jauh dan tentunya berimbas ke membengkaknya biaya operasional nelayan. 


"Kalau memang dibutuhkan, harus segera difasilitasi. Karena itu memang ada mekanismenya, akan melalui proses itu. Mungkin nanti kita di HNSI dan juga dinas terkait mengusulkan permohonan itu," ucapnya.


Disinggung mengenai pengurangan kuota di SPBN saat ini, Widanayasa mengungkap ketika kuota mencukupi, para nelayan juga mengalami sejumlah kendala saat membeli BBM.

Baca juga: Tak Ada Titik Terang, Mayat Mr.X di Jembrana Segera Dikubur

Kemungkinan dengan pembatasan ini akan semakin rumit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved