Tragedi Kanjuruhan

KESAKSIAN PELATIH AREMA FC: Lihat Korban Meninggal di Pelukan Pemain Pada Tragedi Kanjuruhan

Pelatih Arema FC Javier Rocha ungkap moment mengharukan dalam Tragedi Kanjuruhan. Lihat korban meninggal di pelukan pemain

Istimewa/Arema FC
Para pemain dan Manajemen Arema FC menggelar tabur bunga di Stadion Kanjuruhan Malang setelah tragedi yang merenggut lebih dari 120 nyawa 

TRIBUN-BALI.COM - Pelatih Arema FC Javier Rocha ungkap moment mengharukan dalam Tragedi Kanjuruhan.

Tragedi yang merenggut lebih dari 120 nyawa tersebut tercatat sebagai salah satu tragedi paling kelam dalam sepakbola Indonesia bahkan dunia.

Banyaknya korban yang meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan tersebut diduga karena sesak napas akibat tembakan gas air mata.

Pelatih Arema FC Javier Roca menceritakan kisah pilunya saat tragedi Kanjuruhan, melihat suporter meninggal di pelukan pemain.

Baca juga: UPDATE TRAGEDI KANJURUHAN: Siapa Sosok Yang Beri Perintah Tembak Gas Air Mata? Begini Jawaban Polri

Baca juga: Apa itu Gas Air Mata ? Berikut Cara Mengatasi Serta Melindungi Dampak dari Gas Air Mata

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tragedi Kanjuruhan terjadi seusai laga Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022).

Tragedi tersebut begitu memilukan karena menelan banyak korban.

Javier Roca pun menceritakan bagaimana mencekamnya suasana saat itu termasuk di ruang ganti pemain.

Hal itu disampaikan Javier Roca dalam wawancara bersama Cadena Ser, siaran radio Spanyol pada Minggu (2/10/2022).

 

 

 

Pelatih yang baru direkrut bulan lalu itu mengaku dirinya merasa hancur dan bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

"Saya hancur secara mental. Saya merasakan beban yang sangat berat, bahkan tanggung jawab," kata Javier Roca, dikutip dari Kompas.com.

Roca juga berandai-andai apabila Arema FC setidaknya bisa meraih hasil imbang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved