Berita Denpasar

Tersangka Dugaan Korupsi KUR di Bank BUMN Denpasar Dilimpahkan

Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar melimpahkan tersangka beserta barang bukti (tahap II) kasus dugaan penyimpangan dana KUR di Bank

Penulis: Putu Candra | Editor: Marianus Seran
Istimewa
Tersangka ORAL ditahan oleh JPU Kejari Denpasar usai menjalani pelimpahan tahap II. (istimewa)  

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar melimpahkan tersangka beserta barang bukti (tahap II) kasus dugaan penyimpangan dana KUR di Bank BUMN di Kota Denpasar tahun 2017 sampai dengan tahun 2020.

Adalah tersangka inisial ORAL yang menjalani pelimpahan dan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Diduga dalam perkara, atas perbuatan tersangka menimbulkan kerugian hampir Rp 700 juta.

Baca juga: Perahu Rafting Bawa Wisatawan Terbalik di Ubud, Satu WNA Belum Ditemukan, 11 Orang Selamat


"Pelimpahan tahap II sudah dilakukan atas nama tersangka ORAL.

Pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara hasil penyidikan dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Jaksa Peneliti/Penuntut Umum," jelas Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha, Senin, 3 Oktober 2022.

 

Dengan telah dilakukannya pelimpahan, tersangka yang adalah kreditur di Bank plat merah ini ditahan oleh JPU hingga 20 hari kedepan.

"Terhadap tersangka ORAL dilakukan penahanan oleh JPU selama 20 hari kedepan. Tersangka ditahan di Lapas Kerobokan," ungkap Eka Suyantha.


Dengan telah dilakukan pelimpahan tahap II, selanjutnya berkas perkara akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Denpasar.

Baca juga: Hujan Deras di Badung Akibatkan Pohon Tumbang dan Tutupi Jalan di Banjar Kauh Getasan

"Segera (Berkas perkara) kami limpahkan untuk kemudian dilakukan penunjukan majelis hakim dan penentuan jadwal persidangan oleh Pengadilan Negeri Denpasar," terang Eka Suyantha. 


Sementara itu mengenai kerugian negara yang ditimbulkan dari perbuatan terdakwa mencapai Rp 697.874.953.


Terkait pasal, tersangka disangkakan melanggar Primair, pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3) UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jis. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jis. Pasal 64 ayat (1) KUHP.


Subsidiair, pasal 3 Pasal 18 ayat (1), (2), (3) 
Undang-Undang yang sama.(*)

 


 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved