Tragedi Kanjuruhan Malang

Tragedi Kanjuruhan Malang, Mahfud MD Soroti Penyebab Kecelakaan, Janjikan Tanggung Biaya Rawat

Tragedi Kanjuruhan di Malang sudah memasuki hari ketiga, masyarakat terlihat semakin ramai mengunjungi tempat peristiwa berdarah tersebut

Dok. Kemeno Polhukam
Menko Polhukam Mahfud MD. Tragedi Kanjuruhan Malang, Mahfud MD Soroti Penyebab Kecelakaan, Janjikan Tanggung Biaya Rawat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARTragedi Kanjuruhan di Malang sudah memasuki hari ketiga, masyarakat terlihat semakin ramai mengunjungi tempat peristiwa berdarah tersebut.

Monumen yang baru diresmikan saat ulang tahun ke-35 Arema menjadi medium untuk menyampaikan rasa duka masyarakat terhadap lebih dari 127 jiwa yang meninggal dunia.

Berbagai macam aktivitas dilakukan. Mulai dari hanya sekedar melihat, tabur bunga hingga berdoa.

Taburan bunga memenuhi tangga monumen, tidak hanya itu ada atribut suporter seperti syal, jersey, sepatu hingga tulisan dukungan.

Pihak pemerintah sendiri melalui Menkopolhukam Mahfud MD menyoroti beberapa penyebab yang membuat kejadian ini semakin parah.

Baca juga: Kompetisi Dihentikan Usai Tragedi Kanjuruhan, Coach Teco: Suporter Harus Terima Hasil Pertandingan

Mahfud MD mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang turut memperparah keadaan dan menyebabkan kerusuhan yang menelan banyak korban jiwa tersebut.

Berikut 3 faktor yang diduga menjadi penyebab utama kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu 1 Oktober 2022 lalu.

1. Panitia abaikan usul kepolisian

Mahfud mengatakan, panitia pelaksana Arema FC diduga mengabaikan usulan aparat kepolisian terkait laga sengit itu.

Menurut dia, aparat kepolisian sempat mengusulkan kepada panitia supaya laga digelar pada sore hari.

Selain itu, kata Mahfud, aparat keamanan juga meminta supaya jumlah penonton disesuaikan dengan kapasitas stadion, yakni sebanyak 38.000 orang.

“Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000,” ujar Mahfud dalam keterangan pers pada Minggu 2 Oktober 2022 lalu.

Baca juga: Bek Bali United Leonard Tupamahu Pasca Tragedi Kanjuruhan : Momen Suporter Bersatu dan Lebih Dewasa

2. Bukan bentrok antar suporter

Mahfud juga menyampaikan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan bukan bentrokan antar suporter.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved