Berita Bali

Buka Kongres MK Sedunia di Bali, Presiden Jokowi: Jadi Forum Bertukar Pikiran dan Pengalaman

Buka Kongres MK Sedunia di Bali, Presiden Jokowi : Jadi Forum Bertukar Pikiran dan Pengalaman

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Caption: Presiden Jokowi saat tiba di tempat pertemuan Kongres MK Sedunia. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres ke-5 Konferensi Badan Peradilan Konstitusi Sedunia Tahun 2022 atau 5th Congress of the World Conference on Constitutional Justice (WCCJ), di Nusa Dua, Bali, Rabu 5 Oktober 2022 malam.

Presiden mengharapkan kongres Mahkamah Konstitusi (MK) sedunia ini dapat melahirkan langkah bersama lintas negara untuk membangun perdamaian dan menegakkan keadilan serta menangani krisis.

“Saya sangat mengharapkan konferensi ini menjadi forum untuk bertukar pikiran dan bertukar pengalaman. Saya mengharap adanya langkah bersama lintas negara dalam membangun perdamaian, dalam menangani krisis, dan sekaligus dalam menegakkan constitutional justice,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Caption: Presiden Jokowi saat tiba di tempat pertemuan Kongres MK Sedunia.
Caption: Presiden Jokowi saat tiba di tempat pertemuan Kongres MK Sedunia. ((Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin))

Presiden menekankan bahwa di tengah menguatnya rivalitas antarnegara, baik di bidang militer maupun ekonomi, rajutan persahabatan antarbangsa harus terus diperkuat begitu juga dengan jalinan kerja sama antarnegara.

“Kita perbanyak kolaborasi untuk mewujudkan stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran dunia. Kita perluas ruang-ruang kerja sama, baik dalam konteks bilateral maupun multilateral. Persaudaraan dan solidaritas harus terus kita bangun dengan langkah-langkah yang nyata dan hasil-hasil yang nyata,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menyampaikan, negara-negara di dunia saat ini tengah berjuang menghadapi krisis dan tantangan ketidakpastian global.

Pandemi COVID-19 yang belum usai ditambah dengan perang Ukraina-Rusia telah memicu krisis global, baik pangan, energi, dan finansial.

Presiden Jokowi menilai, situasi ini menjadikan tugas hakim konstitusi dan juga tugas bersama menjadi semakin sulit dan berat, menegakkan constitutional justice dan juga menangani krisis yang melanda.

“Selain memperjuangkan constitutional justice yang merupakan elemen kunci dari demokrasi, perlindungan HAM, dan kepastian hukum, masing-masing negara pasti sedang berjuang keras menghadapi krisis pangan, energi dan finansial, masing-masing negara pasti mencari sinergi antara constitutional justice dengan penanganan krisis,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun menekankan pentingnya peran MK sebagai pilar utama dalam menegakkan constitutional justice, yang merupakan elemen kunci dari demokrasi, perlindungan hak asasi manusia (HAM), dan kepastian hukum.

Menutup sambutannya, Presiden kembali mengajak semua peserta kongres berjuang bersama untuk membangun perdamaian sekaligus mengelola krisis dengan baik.

“Kita harus bersama-sama berjuang untuk menghentikan perang dan membangun perdamaian. Tetapi, kita juga harus bersiap untuk memitigasi dan mengelola krisis dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Presiden Joko Widodo didampingi Ketua MK RI Anwar Usman, Special Representative of the Venice Commission Gianni Buquicchio, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dan Gubernur Bali I Wayan Koster memukul gong sebagai tanda pembukaan kongres.

Sementara itu, Ketua MK Anwar Usman menjelaskan dengan Kongres ke-5 WCCJ merupakan momentum untuk memberikan kontribusi terbaik, bagi seluruh umat manusia, dari berbagai bangsa di dunia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved