Berita Bali

Buka Kongres MK Sedunia di Bali, Presiden Jokowi: Jadi Forum Bertukar Pikiran dan Pengalaman

Buka Kongres MK Sedunia di Bali, Presiden Jokowi : Jadi Forum Bertukar Pikiran dan Pengalaman

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Caption: Presiden Jokowi saat tiba di tempat pertemuan Kongres MK Sedunia. 

Ia menyebut tema tersebut sangat relevan untuk dibicarakan sebagai bentuk kontribusi bersama, dalam mewujudkan perdamaian dan keadilan, bagi bangsa-bangsa di dunia.

“Perdamaian dan keadilan konstitusional, sesungguhnya, merupakan keinginan sejati, bagi seluruh umat manusia, tanpa kecuali. Dan, konstitusi, tentunya, mengatur tentang hal tersebut, agar perdamaian dan keadilan, dapat terwujud,” jelas Anwar.

Anwar juga menyampaikan dibentuknya lembaga Mahkamah Konstitusi atau lembaga peradilan yang memiliki kewenangan untuk mengawal konstitusi bertujuan untuk menjaga agar nilai-nilai yang terkandung di dalam konstitusi dapat ditegakan dan diwujudkan.

“Jika norma konstitusi, yang telah menjadi norma dasar bernegara, tidak dipatuhi dan dilaksanakan, maka, norma konstitusi tersebut, hanya akan indah di atas kertas semata. Dan, jika norma konstitusi, tidak dipatuhi dan dilaksanakan, maka, sesungguhnya, telah terjadi pengingkaran, terhadap nilai-nilai konstitusi,” papar Anwar.

Kemudian Anwar juga menyampaikan konstitusi di berbagai negara, memiliki ciri, sifat, dan kekhasannya masing-masing.

Namun, terdapat pula kesamaan nilai yang bersifat universal, dari masing-masing konstitusi sebuah negara.

“Tema Kongres kali ini, yaitu tentang, ‘Perdamaian dan Keadlian Konstitusional’, adalah kesamaan nilai, bagi kita semua, yang berkumpul pada hari ini. Atau dengan kata lain, tema kongres kali ini, menjadi kewajiban kita bersama, untuk sama-sama peduli dan mewujudkannya,” tandas Anwar.

Sementara itu, Presiden Emeritus Venice Commision Gianni Buiquicchio menyampaikan rasa terima kasih kepada MKRI karena telah sukses menggelar Kongres ke-5 WCCJ dengan baik dan luar biasa.

“Mengilas balik dari pertemuan di Cape Town, kami tidak mengira bahwa organisasi WCCJ yang semula hanya berjumlah 60 negara pada 2009, kini bertambah menjadi 119 negara telah tergabung dalam WCCJ pada 2022,” ucap Gianni.

Gianni juga menyebut bahwa Kongres ke-5 WCCJ juga bertujuan untuk membagi pengalaman setiap MK dalam menjaga perdamaian dunia.

Ia berharap agar setiap negara partisipan dapat bekerja sama dalam menjaga perdamaian serta menegakkan keadilan konstitusional.

Sebagai informasi, Kongres ke-5 The World Conference on Constitustional Justice (WCCJ) ini diadakan pada 5 – 6 Oktober 2022 dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 5 Oktober 2022.

Biro WCCJ memilih “Constitutional Justice and Peace” sebagai tema utama kongres kali ini.

Hal ini merujuk karena di beberapa negara, mahkamah konstitusi juga memiliki peran penting dalam menenangkan situasi setelah konflik bersenjata di dalam negeri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved