Tragedi Kanjuruhan

Nadeo Argawinata Berdoa Sanksi FIFA Atas Tragedi Kanjuruhan Tak Beratkan Timnas di Piala Asia 2023

Bayang-bayang Sanksi FIFA, Nadeo Argawinata Berdoa Sanksi FIFA Atas Tragedi Kanjuruhan Tak Terlalu Beratkan Timnas Sambut Piala Asia 2023.

Tribunnews/Muhammad Nursina
Nadeo Argawinata dalam laga Persis Solo vs Bali United pada 15 September 2022 - Bayang-bayang Sanksi FIFA, Nadeo Argawinata Berdoa Sanksi FIFA Atas Tragedi Kanjuruhan Tak Terlalu Beratkan Timnas Sambut Piala Asia 2023. 

Nadeo Argawinata Berdoa Sanksi FIFA Atas Tragedi Kanjuruhan Tak Beratkan Timnas di Piala Asia 2023

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Kiper Timnas Senior, Nadeo Argawinata hanya bisa harap-harap cemas dan berdoa agar Timnas Indonesia khususnya tidak turut terkena sanksi berat FIFA atas tragedi Kanjuruhan yang menjadi peristiwa kelam sorotan dunia.

Lebih lagi, saat ini, Timnas senior dan Timnas U-20  dibawah asuhan Shin Tae-yong sedang dalam tren positif berhasil lolos ke ajang bergengsi Piala Asia Uzbekistan.  

“Pertama tama tentu saya menyayangkan kejadian tersebut, sekarang bukan waktunya untuk menyalahkan siapa siapa yang pasti harus evaluasi di negara ini, dari segi manapun. Untuk Timnas lagi bagus-bagusnya, menurut penonton, untuk kedepan saya berharap yang terbaik untuk Timnas khususnya, karena kita akan menghadapi ajang sangat bergengsi, Piala Asia mengingat kita sudah lama sekali tidak bermain di ajang tersebut,” ungkap Nadeo kepada Tribun Bali, pada Kamis 6 Oktober 2022.

Di bawah baying-bayang sanksi FIFA, kiper yang membela klub Bali United menyampaikan, jika ada sanksi diharapkan tidak terlalu memberatkan.

Nadeo tak menampik bahwa semua pemain khawatir jika sepak bola sampai dibekukan sebab sepak bola bukan lagi hobi tapi profesi untuk mencari nafkah.

Dia juga mengatakan kedepannya perlu ada edukasi-edukasi untuk supporter.

“Sepak bola di negeri ini kembali normal seperti semula, kita sudah bagus sejak covid, mulai ada penonton, antusias masyarakat, saya berharap untuk sepak bola kembali normal dan semua edukasi untuk supporter dan segala macamnya,” ucapnya.

“Khawatir sanksi berat FIFA, jujur dalam hati pasti sangat khawatir,saya rasa bukan saya saja, pemain-peain lain pasti khawatir, apalagi ini menyangkut tentang pekerjaan kita bukan hobi lagi, sudah mencari nafkah di sini, saya berharap sanksi yang diberikan tidak memberatkan atau tidak terlalu parah,” tutur Kiper nomor punggung 1 di Bali United itu.

Nadeo merupakan kiper yang mampu konsisten menjaga performanya, dari 10 penampilannya bersama Bali United musim ini, kiper asal Kediri berusia 25 tahun itu mencatat 4 kali cleansheet. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved