Siap Dengan Wisata Medis, RS Premier Bintaro Miliki Robot, Pangkas Waktu Operasi Tulang Belakang

RS Premier Bintaro Jakarta yang tengah melakukan Kolaborasi dengan Universitas Internasional Bali (Unbi) untuk memperkenalkan wisata medis

Tribun Bali/Sari Utami
CEO Rumah Sakit Premier Bintaro, dr. Martha M.L Siahaan, M.HKes., MARS ketika ditemui pada, Kamis 16 Oktober 2022.  

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Sebagai salah satu Provinsi yang diminati wisatawan Mancanegara (wisman) Bali juga dipercaya dapat menjadi tempat untuk berkembangnya wisata medis.

Hal tersebut dibuktikan dengan, Rumah Sakit Premier Bintaro Jakarta yang tengah melakukan Kolaborasi dengan Universitas Internasional Bali (Unbi) untuk memperkenalkan wisata medis yang dapat hadir di Indonesia.

Nantinya RS Premier Bintaro ini akan mensupport beberapa layanan yang tidak dimiliki oleh Rumah Sakit yang ada di Bali.

Baca juga: Kondisi Kantor UPT Disdikpora Kecamatan Bangli Memprihatinkan, Berlokasi di Belakang Rujab Bupati

Selain itu di RS Premier Bintaro juga sudah terdapat sebuah robot yang membantu dokter untuk menyingkat waktu operasi tulang belakang pada pasien. 

“Di RS Bintaro sudah ada robot ya namanya Robin. Robin itu ada artinya yaitu Robot Bintaro,"

"Robot ini membantu para dokter bedah tulang khusus tulang belakang. Ketika tidak disupport oleh robot, lama operasi bisa sampai 8 jam tetapi dengan bantuan robot operasi bisa dilakukan 2 jam,” kata, CEO Rumah Sakit Premier Bintaro, dr. Martha M.L Siahaan, M.HKes., MARS pada, Kamis 16 Oktober 2022. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, Robin menggunakan artivisial intelegent dimana ia juga dapat melakukan mapping mur yang akan diletakan di tulang belakang.

Sebelumnya dikerjakan secara manual oleh dokter serta harus menghitung dan dimana harusnya dipasang sekarang dapat dikerjakan oleh Robin.

Nantinya data-data keadaan pasien akan dimasukan ke dalam sistem Robin dan ia akan memberikan informasi serta membantu menginstal mur tersebut di tulang belakang dan tingkat akurasinya sampai 99 persen.

Sementara untuk target pasar wisata medis ini tentu saja wisatawan yang akan berobat sekaligus berlibur. 

“Seperti yang saya sampaikan, pemerintah ini sangat consent dengan health tourism nah bagaimana caranya orang Indonesia bisa menikmati layanan kesehatan di tempat yang cozy sekalian healing,"

"Bukan hanya badannya tapi pikirannya juga. Bali sendiri meskipun sudah banyak Rumah Sakit Swasta namun orang tidak pernah bosan datang ke Bali,"

"Pasti targetnya bukan hanya penduduk Bali namum juga fokus pada orang-orang negeri sendiri maupun luar yang datang ke Pulau Bali,” imbuhnya. 

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Minta TPST Kertalangu Dapat Selesai Sebelum KTT G20 Terlaksana di Bali

RS Priemer Bintaro ini juga menerima layanan BPJS dengan beberapa spesialisasi health tourism yakni sport clinic, ortopedik, vascular surgery, skin and laser center serta stroke center.

Konsep wisata medis yang akan diterapkan yakni ketika pasien datang, akan dijemput darintempat mereka berada, seperti di Bandara dan akan ada kendaraan serta tim khusus yg akan mengawal pasien. 

“Untuk keluarganya kalau mau stay di RS bisa tapi kalau tidak mau kita sediakan akomodasi diluar RA.,"

"Nah mereka pasti pengen karena suntuk juga nemenin sehari dua hari. Dan nantinya akan ditunjukan daerah-daerah destinasi supaya mereka happy. Ketika pasiennya sudah bisa mobile diajak jalan juga,” tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved