Sponsored Content

BPJS Kesehatan Laksanakan Koordinasi Manfaat dan Koordinasi Pelayanan Se Provinsi Bali

BPJS Kesehatan se Provinsi Bali laksanakan diskusi dan sosialisasi terkait koordinasi manfaat dan koordinasi pelayanan bagi Peserta JKN,

Editor: Harun Ar Rasyid
TB/Istimewa
BPJS Kesehatan Laksanakan Koordinasi Manfaat dan Koordinasi Pelayanan Se Provinsi Bali 

TRIBUN-BALI.COM - BPJS Kesehatan se Provinsi Bali laksanakan diskusi dan sosialisasi terkait koordinasi manfaat dan koordinasi pelayanan bagi Peserta JKN, kegiatan ini turut menggandeng PT. Taspen (Persero), PT. Asabri (Persero), PT. Jasa Raharja, BPJS Ketenagakerjaan, Rumah Sakit dan Klinik Utama Provider BPJS Kesehatan se Provinsi Bali yang digelar secara daring melalui zoom pada Kamis (06/10).

Dalam paparannya, BPJS Kesehatan yang diwakili oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singaraja Endang Triana Simanjuntak menyampaikan jika kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan dan penguatan pemahaman terkait koordinasi manfaat terkait Kecelakaan Lalu Lintas (KLL) dan koordinasi pelayanan terkait Kasus Kecelakaan Kerja (KK), dugaan Penyakit Akibat Kerja (PAK) serta menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan.

“Didalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan dapat berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, PT. Taspen (Persero) dan PT. Asabri (Persero) untuk program JKK dan PAK, PT. Jasa Raharja (Persero) untuk program jaminan kecelakaan lalu lintas (KLL) atau Penyelenggara jaminan lain yang memberikan manfaat pelayanan kesehatan,” jelas Endang.

Adapun penjamin JKK dan PAK bagi peserta pekerja swasta dijamin BPJS Ketenagakerjaan, bagi peserta TNI/Polri dijamin PT. Asabri (Persero) dan bagi peserta ASN dijamin oleh PT. Taspen (Persero). Oleh karena itu, diharapkan para pemberi kerja memastikan pekerjanya untuk memiliki JKK untuk mitigasi resiko apabila terjadi kecelakaan kerja dan PAK yang bukan merupakan ranah BPJS Kesehatan.

“JKK adalah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau PAK berupa perawatan, santunan dan tunjangan cacat sejak diangkat Sebagai Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) hingga berhenti menjadi ASN,” ucap Account Officer PT. Taspen (Persero) Cabang Denpasar Tjokorda Gede Agung Surya Putra.

Manajer Kasus BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Bali Nuspa Ni Putu Nila Lestari menjelaskan terkait JKK adalah jaminan yang diberikan apabila terjadi kecelakaan dalam hubungan kerja, kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

“Manfaat JKK meliputi tiga hal yang meliputi: biaya perawatan dan pengobatan, biaya sementara tidak mampu bekerja (STMB) dan biaya apabila meninggal dunia,” ujar Nila

Nila menambahkan apabila peserta meninggal dunia atau cacat total tetap akibat kecelakaan kerja maka akan diberikan beasiswa kepada 2 anak peserta tersebut.

Menanggapi salah satu contoh kasus yang ditanyakan oleh peserta kegiatan yaitu apabila seorang perawat terkena jarum suntik disaat bekerja di klinik/rumah sakit, Nila menambahkan jika hal ini menjadi tanggungan dari BPJS Ketenagakerjaan dengan catatan pekerja tersebut telah menjadi peserta BPJS Ketengakerjaan.

“Jika belum terdaftar sebagai BPJS Ketenagakerjaan maka tidak dapat pula dijamin oleh BPJS Kesehatan dikarenakan termasuk dalam kecelakaan kerja,” pungkas Endang. (RG/ek)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved