Tragedi Kanjuruhan

KontraS Pertanyakan Urgensi Polisi Bawa Gas Air Mata ke Stadion Kanjuruhan, Ini Jawaban Polisi

KontraS Pertanyakan Urgensi Polisi Bawa Gas Air Mata ke Stadion Kanjuruhan, Ini Jawaban Polisi

ist
Sebanyak 12 orang sudah mendapatkan hukuman buntut tragedi maut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu malam itu.  12 orang tersebut dianggap sebagai sosok yang paling bertanggungjawab, atas insiden tragedi maut yang menewaskan 127 korban jiwa. 

 
TRIBUN-BALI.COM - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengemukakan beberapa kejanggalan dalam tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 131 orang tewas.

Kejanggalan pertama menurut KontraS yaitu, adanya mobilisasi aparat yang membawa gas air mata.

Padahal, dalam laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022 itu, tidak ada suporter Persebaya yang hadir.

Sehingga, KontraS menyimpulkan bahwa tidak ada ancaman yang mengharuskan dibawanya gas air mata ke dalam Stadion Kanjuruhan.

Baca juga: Kasus Jet Pribadi Brigjen Hendra Kurniawan Dilidik Bareskrim Polri, Orang-orang ini Telah Dipanggil

Menanggapi KontraS, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Dedi Prasetyo, menyebut Polri masih mendalami semua peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Baik peristiwa yang terjadi di dalam stadion, maupun yang terjadi di luar stadion.

"Semua didalami, baik peristiwa di dalam dan di luar stadion," kata Dedi, Minggu (9/10/2022), dilansir Kompas.com.

Tak hanya itu, Dedi juga mengatakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sudah menyampaikan Polri akan mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan ini.

Untuk itu, Dedi pun meminta waktu agar tim yang bekerja bisa menyelesaikan pekerjaannya.

Dedi juga ingin semua pihak bisa menunggu hasil penyelidikan dari tim, karena semuanya masih dalam proses.

Baca juga: 3 Tersangka Kasus Tragedi Kanjuruhan Diperiksa Besok, Dirut PT LIB Hingga Ketua Panpel Arema FC

"Semua masih berproses. Tunggu kerja tim dulu," imbuhnya.

Diketahui, kejanggalan terkait mobilisasi aparat pembawa gas air mata ini sebelumnya disampaikan oleh Kepala Divisi Hukum KontraS, Andi Muhammad Rezaldi.

Baca juga: KontraS Sebut Ada 12 Kejanggalan Tragedi Kanjuruhan, Masih Banyak Korban Trauma

Andi menyebut aparat keamanan pembawa gas air mata melakukan mobilisasi di tengah babak kedua laga Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persija Jakarta
    22
    13
    5
    4
    31
    11
    13
    44
    2
    Persib
    20
    13
    3
    4
    35
    25
    8
    42
    3
    PSM Makasar
    21
    11
    8
    2
    38
    8
    21
    41
    4
    Madura United
    22
    11
    4
    7
    27
    14
    6
    37
    5
    Borneo
    21
    10
    6
    5
    38
    18
    15
    36
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved