Berita Bali
Antisipasi Resesi 2023, Aprindo Wanti-Wanti Terjadinya PHK
Ancaman resesi yang diperkirakan terjadi tahun depan 2023 nyatanya mendapatkan perhatian dari beberapa pihak.
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -Ancaman resesi yang diperkirakan terjadi tahun depan 2023 nyatanya mendapatkan perhatian dari beberapa pihak.
Ancaman resesi yang diperkirakan terjadi tahun depan 2023 nyatanya mendapatkan perhatian dari beberapa pihak.
Dalam hal ini Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali, Agung Agra Putra turut angkat bicara.
Saat dikonfirmasi Tribun Bali pada Selasa 11 Oktober 2022, Agung Agra menyampaikan strategi untuk mengantisipasi resesi dari retailer rata-rata masih menggunakan strategi yg sama saat menghadapi pandemi.
"Yang pertama pastinya efisiensi di segala lini, jika kondisinya lebih parah bisa sampai merumahkan tenaga kerja secara besar-besaran tetapi semoga saja itu tidak sampai terjadi. Yang berikutnya adalah efektifitas pengadaan barang dagangan. Karena diperkirakan akan ada perubahan perubahan perilaku (shifting) belanja masyarakat akibat resesi dimana masyarakat akan melakukan penyesuaian terhadap kondisi yg terjadi," ujar Agra.
Agra menambahkan shifting terjadi karena perbedaan terhadap kebutuhan barang disaat pandemi sedang tinggi-tingginya kemarin.
Selain itu, Aprindo akan menjaga stabilitas harga dengan melakukan kolaborasi dengan supplier. Dimana diperkirakan saat resesi nanti akan ada penurunan daya beli masyarakat, disaat itu harga akan menjadi faktor penentu keputusan belanja dari masyarakat.
Sebelumnya, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan di angka 5-8 persen tahun 2023. Namun karena diprediksi akan terjadi resesi global, target tersebut dikoreksi menurun ke angka 2-3 persen.
“Kami dari Aprindo mewanti-wanti kepada seluruh anggota untuk mengantisipasi ini, dan agar jangan sampai terjadi gelombang PHK secara besar-besaran di perusahaan-perusahan member kami,” terangnya.
Di samping itu, Aprindo juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Disperindag, Bank Indonesia, dan stakeholder lainnya untuk menjaga stabilitas harga di beberapa komoditi pokok.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ekonomi-Hadapi-2-Cobaan-Dampak-Resesi-Global-Menurut.jpg)