Berita Bali

Pelestarian Ekosistem Laut, Pupuk Kaltim & Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Ghurnita Samudra Murti

PT Pupuk Kalimantan Timur bekerjasama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar Pertunjukan Orkestra Semesta bertajuk “Ghurnita Samudra Murti"

Istimewa
Rahmad Pribadi (ujung kiri), bersama Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud (tengah), dan Teten Masduki (kanan) di Ketewel dalam pagelaran seni menjaga ekosistem laut dan sumber air. 

TRIBUN-BALI.COM - Dukung pelestarian budaya dalam rangka membangkitkan kepedulian, mengenai pelestarian ekosistem laut.

PT Pupuk Kalimantan Timur ( Pupuk Kaltim), bekerjasama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar Pertunjukan Orkestra Semesta bertajuk “ Ghurnita Samudra Murti”.

Pertunjukan seni yang menampilkan pesan peruwatan kesadaran, untuk menjaga kesucian air dan laut ini menghadirkan kolaborasi antara Gamelan Yugananda, Bumi Bajra, Ayu Laksmi, Alien Child, dan Wayang Sunar di Halaman Pura Dalem Ketewel, Santu (12/11/2022).

Baca juga: Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Mareresik dan Tanam Seribu Pohon di Pantai Ketewel

Baca juga: Koordinator Stafsus Presiden : Ekosistem Laut Sumber Kehidupan Harus Dijaga Kelestariannya

Dukung pelestarian budaya dalam rangka membangkitkan kepedulian, mengenai pelestarian ekosistem laut.

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), bekerjasama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar Pertunjukan Orkestra Semesta bertajuk “Ghurnita Samudra Murti”.

Pertunjukan seni yang menampilkan pesan peruwatan kesadaran, untuk menjaga kesucian air dan laut ini menghadirkan kolaborasi antara Gamelan Yugananda, Bumi Bajra, Ayu Laksmi, Alien Child, dan Wayang Sunar di Halaman Pura Dalem Ketewel, Santu (12/11/2022).
Dukung pelestarian budaya dalam rangka membangkitkan kepedulian, mengenai pelestarian ekosistem laut. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), bekerjasama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar Pertunjukan Orkestra Semesta bertajuk “Ghurnita Samudra Murti”. Pertunjukan seni yang menampilkan pesan peruwatan kesadaran, untuk menjaga kesucian air dan laut ini menghadirkan kolaborasi antara Gamelan Yugananda, Bumi Bajra, Ayu Laksmi, Alien Child, dan Wayang Sunar di Halaman Pura Dalem Ketewel, Santu (12/11/2022). (Istimewa)

 

Pentas ini mengambil inspirasi dari mitologi Nangluk Merana, dengan memberi pesan bahwa ekosistem laut adalah sumber kehidupan bagi seluruh masyarakat.

Bukan saja nelayan dilihat dari laut yang menyediakan sumber ekonomi, pangan, dan juga peran penting terhadap ketahanan iklim.

"Dukungan Pupuk Kaltim pada kegiatan ini sebagai gerakan budaya untuk melestarikan lingkungan utamanya air sebagai sumber kehidupan, karena apabila air tidak dijaga maka kelangsungan kehidupan juga terancam.

Dengan gerakan budaya untuk mendukung lingkungan ini perlu dikuatkan dan diadakan di banyak tempat," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi.

Rahmad Pribadi (ujung kiri), bersama Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud (tengah), dan Teten Masduki (kanan) di Ketewel dalam pagelaran seni menjaga ekosistem laut dan sumber air.
Rahmad Pribadi (ujung kiri), bersama Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud (tengah), dan Teten Masduki (kanan) di Ketewel dalam pagelaran seni menjaga ekosistem laut dan sumber air. (Istimewa)

Kegiatan ini merupakan langkah aktif Pupuk Kaltim sebagai BUMN, yang harus memberikan kontribusi positif kepada negara.

Rahmad Pribadi berpendapat menjaga lingkungan, merupakan kewajiban bersama dan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip industri hijau berbasis environment, social and governance (ESG) secara berkesinambungan.

“Melestarikan air ini sama dengan melestarikan kehidupan.

Melalui penampilan tadi, seluruh generasi utamanya generasi muda dapat diajari untuk melindungi lingkungan. Fungsi gunung, air sungai dan laut dapat dipahami dengan seksama,” terangnya.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Ari Dwipayana, mengungkapkan pentingnya menjaga kelesetarian ekosistem laut agar laut memberikan manfaat dan sumber kehidupan masyarakat.

Ekosistem laut seperti pantai yang tidak dijaga, bahkan praktik pembabatan hutan mangrove hanya demi pembangunan tempat untuk menikmati sunset atau sunrise, dapat membuat laut menjadi sumber bencana bagi masyarakat.

Koordinator Staf Khusus Presiden, AAGN Ari Dwipayana, menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut, agar laut terus bisa memberikan manfaat dan sumber kehidupan bagi masyarakat.

Sayangnya, dewasa ini ekosistem laut seperti pantai yang tidak dijaga, bahkan praktik pembabatan hutan mangrove terjadi.

Hanya demi pembangunan tempat, untuk menikmati sunset atau sunrise yang kemudian dapat membuat laut menjadi sumber bencana bagi masyarakat.
Koordinator Staf Khusus Presiden, AAGN Ari Dwipayana, menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut, agar laut terus bisa memberikan manfaat dan sumber kehidupan bagi masyarakat. Sayangnya, dewasa ini ekosistem laut seperti pantai yang tidak dijaga, bahkan praktik pembabatan hutan mangrove terjadi. Hanya demi pembangunan tempat, untuk menikmati sunset atau sunrise yang kemudian dapat membuat laut menjadi sumber bencana bagi masyarakat. (Istimewa)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved