Berita Bali

HUT ke-77, Korps Brimob Polri Ajak Doa Bersama FKUB di Bali, Ini Pesan Dankorps

Korps Brimob Polri mengadakan doa bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77.

Tribun Bali/Adrian
Doa bersama FKUB dalam HUT ke-77 Korps Brimob di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Bali pada Minggu 13 November 2022 malam. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Korps Brimob Polri mengadakan doa bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam memperingati Hari Ulang Tahun ( HUT) ke-77 di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Bali pada Minggu 13 November 2022 malam.

Dalam acara doa bersama itu, masing-masing perwakilan pemimpin agama memanjatkan doa untuk korps Brimob serta dilaksanakan prosesi potong tumpeng.

Korps Brimob diharapkan terus setia memberikan perlindungan dan pelayanan tanpa memandang suku, agama, ras dan antar golongan.

Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol Drs Anang Revandoko mengatakan momentum HUT Brimob jatuh bersamaan dengan panggilan tugas perhelatan internasional Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT) G20.

"Usia 77 tahun menjadi momentum untuk lebih dewasa dan profesional, sesuai nilai-nilai keutamaan para pendahulu Korps Brimob berkomitmen setia, berani, ikhlas berbakti untuk negeri," ujar Komjen Pol Anang saat dijumpai Tribun Bali.

Dankorps Brimob memastikan pengerahan personel gabungan TNI- Polri mampu mengamankan dan mensukseskan event presidensi G20 secara total dan tuntas dengan segenap sumber daya yang dimiliki.

"Tugas ini suatu kehormatan yang kami jawab dengan teman-teman semua bersama komponen TNI- Polri mengamankan perhelatan luar biasa ini," ujarnya.

"G20 pasti aman, meski seperti kata Presiden Jokowi KTT G20 dilaksanakan ketika dunia tidak baik-baik saja, kami bangga dan kami laksanakan pengamanan dengan sebaik baiknya, setia, berani dan ikhlas," ujarnya.

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sudah Siapkan Antisipasi Serangan Siber pada KTT G20 di Bali

Dia menjelaskan, setelah pandemi COVID-19, dunia saat ini dihadapkan dengan situasi multiple effect berupa goncangan di sektor ekonomi, sosial, politik dan keamanan.

Selain itu, dunia dihadapkan kepada bayang-bayang gelap krisis multidimensi global yang timbul dari kondisi geopolitik Rusia - Ukraina yang konsekuensinya bisa berdampak pada resesi ekonomi, krisis pangan, dan krisis energi.

Indonesia yang pada tahun 2024 menyongsong pesta demokrasi juga dihadapkan dengan potensi krisis tersebut. Stabilitas kamtibmas berintensitas tinggi menjadi tantangan yang harus diantisipasi oleh Korps Brimob.

Korps Brimob juga harus bersinergi dengan fungsi kepolisian lain di internal Polri, maupun stakeholder seperti TNI dan pemerintahan karena pengelolaan potensi gangguan Kamtibmas tidak bisa bersifat Zero Sum Game "Sebuah Panggung Tanpa Dominasi Aktor Tunggal".

Satuan Brimob mulanya bernama Tokubetsu Keisatsutei (satuan kepolisian khusus bersenjata) dibawah pimpinan Inspektur M. Jasin di masa perjuangan kemerdekaan dan kini menjadi polisi istimewa sebagai bagian dari unsur pelaksana utama fungsi kepolisian dalam penanggulangan gangguan Kamtibmas berintensitas tinggi.

Saat ini total personel Korps Brimob se-Indonesia berjumlah 47.296 orang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

" Korps Brimob sejak lahir memang selalu menajdi bagian dinamika perjuangan bangsa Indonesia," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved