Berita Bali

Menkes Sebut Bali Jadi Penyumbang Kasus Covid-19 Varian XBB Terbanyak, 500 Sampel Telah Dikirim 

Kasus Covid-19 belakangan ini khususnya pada Bulan November kembali mengalami kenaikan di Bali jika dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya.

Pexels
Ilustrasi Covid-19 - Menkes Sebut Bali Jadi Penyumbang Kasus Covid-19 Varian XBB Terbanyak, 500 Sampel Telah Dikirim  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus Covid-19 belakangan ini khususnya pada Bulan November kembali mengalami kenaikan di Bali jika dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya.

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali pun merilis angka kasus Covid-19 setiap harinya dimana pada, Minggu 13 November sebanyak 167 orang terkonfirmasi positif, sembuh 91 orang dan meninggal dunia 1 orang.

Naiknya jumlah kasus Covid-19 di Bali, diperkirakan karena adanya subvarian baru dari virus tersebut yakni XBB. 

Baca juga: Dari 11 Pasien Meninggal karena Gangguan Ginjal, Cuma 1 Negatif Covid, IDAI Bali Imbau Masyarakat


Bahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin sebelumnya juga mengatakan kasus Covid-19 subvarian XBB terbanyak ditemukan di Bali.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin mengatakan untuk memastikan jenis varian Covid-19 tersebut perlu dilakukan pengujian lanjutan. 


“Untuk memastikan jenis varian Covid-19, mesti dilakukan pengujian lanjutan yang dinamakan Whole genome sequencing (WGS),” jelasnya pada, Senin 14 November 2022. 

Baca juga: Dinkes Badung Kebingungan Vaksin Covid-19 Minim, Kemarin Hanya Dapat 300 Dosis

Lebih lanjutnya ia menerangkan, Minggu lalu Bali telah mengirimkan sekitar 500 sampel untuk dilakukan uji WGS ke Kemenkes dan sampai saat ini belum keluar hasilnya.

Ia menilai jika melihat kenaikan kasus yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, memang ada indikasi ke arah subvarian Covid terbaru yakni XBB.

Namun ia menekankan, hasil uji laboratorium yang menentukan, bukan prediksi maupun asumsi.

Baca juga: Pelaksanaan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Nakes di Denpasar Sudah 76,56 Persen


“Kami perlu tegaskan bahwa sebagian besar di antara yang terkonfirmasi tersebut adalah gejala ringan dan bahkan tanpa gejala, sehingga BOR RS Perawatan Covid-19 masih aman, kemaren BOR ICU 4,71 persen hanya 8 orang yang dirawat di ICU karena memiliki komorbid/ riwayat penyakit bawaan,” tandasnya. 


Kenaikan kasus Covid-19 dikaitkan dengan masuknya musim penghujan, Rentin mengatakan semua faktor bisa saja terjadi sebagai pemicu naiknya kasus Covid-19 di Bali. 


“Kita sudah 3 tahun berperang dengan Covid-19, jadi berbagai faktor bisa sebagai pemicu, maka prokes mesti tetap dijalankan dan yang paling utama adalah vaksin untuk munculkan imun dalam tubuh kita,” tutupnya. (*) 

 

 

Berita lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved