Bali United

Kijang Dewata Tularkan Mental Baja ke Sang Anak, Bek Bali United Andhika Wijaya Saat Dibekap Cedera

Arsitek Bali United U-20, Made Pasek Wijaya tularkan mental baja ke sang anak yang kini menjadi bek Bali United Andhika Wijaya saat dibekap cedera.

Bali United
Bek Bali United Made Andhika Wijaya berebut bola dengan penyerang sayap Borneo FC M Sihran - Pulih dari Covid-19, Andhika Wijaya Siap Bermain Jika Dipercaya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bek andalan Bali United, Made Andhika Wijaya sedang dalam tahap pemulihan 6-8 Minggu pasca menjalani operasi pergelangan kaki kanannya akhir Oktober 2022 lalu.

Selama masa pemulihan dari operasi akibat cedera, Made Andhika diberikan suntikan semangat oleh sang ayah, Made Pasek Wijaya yang tak lain adalah legenda sepak bola ternama asal Bali dan saat ini menjadi arsitek Bali United U-20.

Cederanya Andhika menambah deretan pemain Bali United yang harus absen dalam waktu cukup lama, diantaranya Irfan Jaya, Sidik Saimima dan Kadek Agung.

Made Pasek memberikan nasihat, dalam kondisi cedera Andhika harus memiliki tekad yang kuat untuk pulih dan mempercayakan pada tim dokter Bali United.

“Andhika harus punya tekad untuk cepat pulih dan bisa kembali berlatih dengan tim Bali United senior," ujar Coach Pasek kepada Tribun Bali, pada Selasa 15 November 2022

"Apalagi Andhika selalu dipantau oleh tim dokter Bali United. Semoga Andhika cepat pulih dan cepat bisa berlatih,” imbuhnya.

 

Sang Ayah yang merupakan legenda sepak bola nasional, saat aktif bermain sebagai pemain professional tidak luput dari bekapan cedera.

Dia pernah mengalami cedera yang cukup parah pada tahun 1991 silam menderita cedera gangguan syaraf terjepit padahal saat itu, legenda hidup Pelita Jaya ini tengah menjalani tugas negara bersama Timnas Indonesia saat pemusatan latihan Timnas Indonesia menjelang SEA Games 1991 Filipina.

Baca juga: Beberapa Pemain Bali United Mulai Berusia Senja, Wayan Sukadana : Nadeo Layak Jadi The Next Captain

Sebagai konsekuensi, pria berjuluk Kijang Dewata ini terpaksa harus mengambil keputusan berat yakni mengundurkan diri dari skuat Garuda dan kesempatan membela Timnas pupus. Pada momentum itu, Timnas Indonesia mengukir sejarah meraih medali emas di ajang SEA Games 1991 di Manila.

Coach Pasek menuturkan, dia harus berjuang keras selama sekitar dua tahun lamanya untuk mengembalikan kondisi fisiknya.

“Selama aktif bermain bola, saya tidak pernah mengalami cedera engkel dan cedera lutut. Namun, saya pernah cedera urat syaraf terjepit. Itu yang saya alami hampir 2 tahun dan membuat saya tidak bisa bermain bola,” bebernya.

Pelajaran inilah yang ditularkan kepada sang anak, Andhika Wijaya bahwa sebagai pemain sepak bola, Ketika diterpa cedera wajib memiliki mental baja.

Coach Pasek tak pantang menyerah meski dibekap cedera tahunan hingga dia mampu melewati masa – masa kegelapan dalam kariernya menuju terang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persija Jakarta
    21
    12
    5
    4
    28
    11
    11
    41
    2
    Persib
    19
    12
    3
    4
    32
    25
    6
    39
    3
    PSM Makasar
    20
    10
    8
    2
    35
    8
    19
    38
    4
    Madura United
    21
    11
    3
    7
    26
    14
    6
    36
    5
    Bali United
    20
    11
    2
    7
    44
    21
    14
    35
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved