Berita Denpasar

Seminar Moderasi Beragama, Umat Hindu Diharapkan Jadi Garda Terdepan Penguatan Moderasi Beragama

Seminar Moderasi Beragama, Umat Hindu Diharapkan Jadi Garda Terdepan Penguatan Moderasi Beragama

Penulis: Putu Supartika | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Pelaksanaan seminar moderasi beragama oleh PHDI Pusat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Umat Hindu diharapkan menjadi garda terdepan dalam penguatan moderasi beragama, baik intern maupun antarumat beragama.

Moderasi Beragama sangat penting ditingkatkan untuk memperkuat eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

Salah satu kunci dalam moderasi beragama adalah komunikasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, saat menjadi keynote speaker dalam seminar penguatan moderasi beragama yang digelar PHDI Pusat di Hotel Aston Denpasar.

Dalam seminar yang mengambil tema penguatan moderasi, merawat toleransi antar dan intern umat beragama menghadirkan dua narasumber, yakni Mpu Jaya Brahmananda dan Dr. Tri Handoko Seto yang juga Ketua BDDN dan Mantan Dirjen Bimas Hindu RI.

Adapun peserta seminar ini terdiri dari para mahasiswa, tokoh agama, serta para pengurus PHDI kabupaten/kota se-Bali, serta pengurus PHDI Provinsi, baik secara daring maupun luring.

Nengah Duija berharap, PHDI bisa berkolaborasi dengan Kementerian Agama khususnya Direktorat Jenderal Bimas Hindu untuk bersama-sama mensukseskan program pemerintah, baik moderasi beragama, peningkatan kualitas SDM umat Hindu dan kualitas lembaga keagamaan Hindu. 

Menurutnya, dalam kondisi kekinian, banyak hal yang telah hilang di tengah realitas di masyarakat.

"Ini menjadi tantangan yang besar dalam upaya mensinergikan tata kelola nilai lokal dengan nilai global yang kini sangat sulit untuk dibendung. Karena itu, kunci dari moderasi beragama itu adalah komunikasi," katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT) mengatakan, seminar moderasi beragama ini digelar dalam rangka sosialisasi tentang moderasi beragama di lingkungan umat Hindu.

Ini dilakukan untuk bisa saling menghormati antar umat beragama.

"Melalui seminar ini kami ingin membangun SDM Hindu yang lebih baik lagi ke depan," katanya.

PHDI, kata WBT sangat mendukung pemerintah khususnya Dirjen Bimas dalam menyukseskan program moderasi beragama.

Menurut WBT, moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktek beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan bernegara.

Moderasi beragama tercermin melalui 4 indikator moderasi beragama yaitu, toleransi, anti kekerasan, penerimaan terhadap tradisi, dan komitmen kebangsaan.

Sementara itu, Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Kesbangpol Dewa Putu Mantera mengatakan, setiap umat beragama memiliki cara dalam menjalankan ibadahnya.

Hanya saja, dalam menjalankan ibadah tersebut, tidak sampai mengganggu umat lain.

"Hal ini penting dipahami agar tetap terjaga ketertiban dalam masyarakat beragama. Dalam mewujudkan moderasi beragama diperlukan peran serta semua komponen masyarakat, baik pemerintah, masyarakat, tokoh agama, aktivis ormas, serta pemuda lintas agama," katanya.

Seminar ini digelar dua hari yakni Sabtu dan Minggu, 19 - 20 November 2022. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved