Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

Ziarah Peringatan Puputan Margarana di TPB Margarana

eringatan Hari Puputan Margarana jatuh setiap tahun di tanggal 20 November. Di tahun 2022 ini, nampak peziarah memadati Taman Pujaan Bangsa (TPB)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Ziarah Peringatan Hari Puputan Margarana Di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Minggu 20 November 2022 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Peringatan Hari Puputan Margarana jatuh setiap tahun di tanggal 20 November. Di tahun 2022 ini, nampak peziarah memadati Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, untuk berziarah. Areal tugu pahlawan dan makam para pahlawan bertabur bunga dan sematan doa dari keluarga para pahlawan.

Putra pejuang kemerdekaan Pak Cilik (almarhum), I Wayan Abdi Negara mengatakan, bahwa peringatan Puputan Margarana merupakan peringatan untuk mengenang sejarah perang atau pertempuran habis-habisan. Dimana perang itu dilancarkan oleh kaum pejuang dan rakyat Bali melawan pasukan Belanda. Saat itu, Belanda ingin berkuasa kembali. Puputan Margarana boleh dikatakan merupakan salah satu perang terdahsyat yang terjadi di Bali dan dipimpin oleh Letkol Inf. I Gusti Ngurah Rai.

 "Selain mengenang perjuangan para pahlawan terdahulu, kegiatan ini juga bisa momen bertemu kembali para keluarga besar pejuang yang datang dari berbagai daerah di Bali," ucapnya.

Pak cilik sendiri, sambungnya, merupakan ayahnya yang juga penggagas pendirian candi yang memuat pahatan bagian dari surat jawaban I Gusti Ngurah Rai kepada Belanda. Dan Suasan di TMP sendiri, para peziarah bersembahyang dan berdoa supaya para pejuang kemerdekaan mendapatkan tempat yang terbaik. Tak hanya di makam para pahlawan, untuk tugu pahlawan Gusti Ngurah Rai pun ramai silih berganti didatangi para peziarah.

Sementara itu, Keponakan dari pahlawan Gusti Ngurah Sugianyar, AA Dwi Widiyani mengatakan, rutinitas ziarah pada peringatan puputan Margarana setiap tahun dilakukan oleh keluarganya. Karena merupakan momen untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Dan juga sebagai edukasi, motivasi bagi generasi penerus atau anak cucu untuk perjuangan kedepan. Dimana semangat perjuangan harus terus dilanjutkan.

“Kalau dulu pahlawan berjuang demi negara, kini anak cucu termasuk generasi muda bisa mencontoh semangat mereka minimal untuk diri mereka sendiri, tidak loyo dan jangan cengeng," bebernya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved