Berita Karangasem
Lampu Penerang Mati, Wisata Yeh Malet Karangasem, Bali Gelap Gulita
Pengunjung dan pengendara yang melintasi objek Wisata Yeh Malet, Antiga Kelod, Kec. Manggis, Karangasem Bali mengeluh lantaraan lampu penerangan mati.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Kartika Viktriani
AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Wisatawan lokal serta pengendara yang melintasi Objek Wisata Yeh Malet, Antiga Kelod, Kec. Manggis, Karangasem Bali mengeluh lantaraan lampu penerang di lokasi mati malam hari.
Kondisi ini sudah teerjadi sejak beberapa hari yang lalu dan dibiarkan.
Adi pengunjung Objek Wisata Yeh Malet mengatakan, lampu penerang memprihatinkan sejak beberapa minggu yang lalu.
Saat malam hri suasana disekitar Pantai Yeh Malet gelap, tak ada lampu penerangan menyala.
Pengunjung yang datang malam hari keluhkaan kondisi tersebut.
"Pengunjung yang datang malam sering mengeluh. Kadang pengunjung menyalakan lampu handphone untuk jalan serta berfoto. Saya sering melewati jalan ini saat malam hari," kata Adi, pria asal Kab. Klungkung.
Belum diketahui dari kapan mati. Pastinya lampu penerang di Yeh Malet mati sudah lama.
Terkait penyebab belum diketahui pasti.
"Saya tak meengetahui penyebab mati lampu penerang. Makanya banyak pengunjung yang memilih rest area sebelah (Klungkung)," tambah Adi.
Baca juga: Embung Seraya Karangasem, Bali Sepi Pengunjung Sejak Wisata Alam Embong Eksotik Ditutup
Hal serupa juga diungkapkan Lianawati.
Seandainya dibiarkan terus mati, dikhawatirkan Objek Wisata Yeh Malet digunakan hal yang tidak etis.
Pihaknya berharap peemerintah segera memperbaiki lampu.
Suasana di Yeh Malet gelap, sedangkan pengunjungnya lumayan saat malam hari.
"Semoga lampunya segera diperbaiki. Dari beberapa minggu lalu mati. Penyebabnya saya tak tahu. Sering juga remaja datang kesini malam hari,"harapnya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Karangasem, I Wayan Astika, mengakui kondisi lampu sekitar mati.
Mantan Kadis Perpustakan mengatakan, lampu mati lantaran konslet saat hujan.
Sedangkan lampu nama kondisinya sudah keropos, dan perlu dilakukan pemeliharaan.
Mungkin karena dekat dengan laut.
"Tahun ini dilaksanakan pemeliharaan. Kita lakukan bertahap," janji Wayan Astika.
(*)