Breaking News:

Berita Gianyar

Kelapa Pandan Wangi Diwajibkan Dibeli Desa Dinas di Gianyar, Simak Alasannya!

Ngurah Adi mengatakan, rasa airnya, khususnya yang masih muda sangat nikmat, karena terasa pandan.

weg
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, saat menunjukkan pohon kelapa pandan wangi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Desa dinas se-Kabupaten Gianyar, Bali, diwajibkan membeli bibit kelapa pandan wangi, yang dikembangkan di Sumatera Utara.

Pengadaannya boleh menggunakan dana desa.

Hal ini untuk mendukung program ketahanan pangan, dari pemerintah pusat.

Kabupaten Gianyar atau Bali secara umum, dinilai tepat mengembangkan kelapa pandan wangi ini.

Dikarenakan dapat dijadikan minuman untuk wisatawan.

Baca juga: Deretan Minuman Pereda Asam Lambung, Ada Air Kelapa dan Teh Jahe

Baca juga: Air Kelapa Ternyata Bisa Cegah Batu Ginjal Lho, Simak Manfaat Lainnya!

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, saat menunjukkan pohon kelapa pandan wangi
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, saat menunjukkan pohon kelapa pandan wangi (weg)

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, Kamis 24 November 2022.

"Penggunaan dana desa kan ada program untuk ketahanan pangan.

Kemudian dari hasil studi komparatif Badan Permusyawaratan Desa (BPD), beberapa bulan lalu di Sumatera Utara.

Di sana ada pengembangan kelapa pandan wangi.

Dari hasil studi itu, di Gianyar cocok dikembangkan kelapa itu," ujarnya.

Ngurah Adi mengatakan, rasa airnya, khususnya yang masih muda sangat nikmat, karena terasa pandan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, saat menunjukkan pohon kelapa pandan wangi
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, saat menunjukkan pohon kelapa pandan wangi (weg)

Selain itu, pohonnya cukup kerdil dengan buahnya yang cukup banyak, yakni mencapai 200 buah.

Dan, dari bibit sampai berbuah, hanya membutuhkan waktu tiga tahun.

"Potensi di Gianyar Bisa dikembangkan pemasaran ke restoran, nah kita coba dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

Kita coba nanti 2023 bisa desa itu mengadakan bibit pohon ini.

Minimal 10 bibit per desa. Bisa ditanam di Puspa Aman masing-masing desa," katanya.

"Harga per pohon, informasi dari sana Rp 200 ribu.

Pengadaan menggunakan dana desa, dalam rangka dukung program ketahanan pangan.

Minimal 10 pohon, kalau lebih alangkah baiknya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved