Berita Internasional

SWIRMO di Bali Hasilkan Dorongan Operasi Militer Dunia Patuh Terhadap Hukum Humaniter Internasional

SWIRMO di Bali hasilkan dorongan Operasi Militer seluruh dunia patuh terhadap hukum Humaniter Internasional.

Tribun Bali/Adrian
Pertemuan antara ICRC dengan TNI dalam penutupan SWIRMO di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, pada Sabtu 26 November 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Senior Workshop on International Rules governing Military Operations ( SWIRMO) yang digelar di Bali mendorong hubungan baik angkatan bersenjata seluruh dunia untuk mengurangi dampak kemanusiaan dalam situasi konflik.

Lokakarya Senior tentang aturan-aturan Internasional yang mengatur Operasi Militer, di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, ditutup pada Sabtu 26 November 2022

"Melalui Swirmo kami membina hubungan baik dengan angkatan bersenjata seluruh dunia, paling penting bahwa militer berperan besar untuk mengurangi dampak kemanusiaan dalam situasi konflik," kata Kepala Unit Hubungan Angkatan Bersenjata, Peter Evans saat dijumpai Tribun Bali.

Lokakarya ini diikuti sedikitnya 85 perwira militer dari berbagai negara, mereka berdialog dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengenai kerangka hukum untuk melindungi mereka yang tidak atau tidak lagi ikut serta dalam permusuhan.

HHI membatasi cara dan metode peperangan, serta penerapan standar dan prinsip yang diakui secara internasional terkait penggunaan kekuatan bersenjata dalam operasi penegakan hukum.

Tahun ini untuk pertama kalinya, SWIRMO diselenggarakan secara tatap muka sesudah pandemi COVID-19.

Sebelumnya, SWIRMO diselenggarakan di Swiss, Prancis, Afrika Selatan, Malaysia, Kolombia, Cina, Aljazair, UEA, dan yang terakhir pada tahun 2019 di Rusia.

Baca juga: NATO Gelar Latihan Militer di Polandia Buntut Rudal Nyasar Rusia, 2.000 Tentara Dilibatkan

SWIRMO merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh ICRC bermitra dengan angkatan bersenjata dari negara setempat, kegiatan tahun ini merupakan edisi ke-15.

"Setelah di Bali, kegiatan tahunan Swirmo selanjutnya diselenggarakan di Nairobi, Kenya, Afrika, dialog bukan satu arah tapi dua arah, angaktan bersenjata dari berbagai belahan dunia dengan ICRC diperbaharui lagi," ujarnya.

SWIRMO berusaha untuk memastikan bahwa hukum humaniter internasional diintegrasikan secara lebih baik ke dalam institusi militer.

"ICRC mengundang tentara seluruh dunia bedialog dan belajar lebih jauh mengenai Hukum Humaniter Internasional bukan kesepakatan tapi membuka ruang agar para tentara lebih patuh terhdap Hukum Humaniter Internasional," tegas Evans

Konflik bersenjata atau perang acapkali memberikan dampak pada sisi kemanusiaan masyarakat sipil dan fasilitas umum di daerah konflik karena situasi kekerasan yang terjadi maka diperlukan pemahaman Hukum Humaniter Internasional (HHI) untuk diterapkan dalam bentuk perencanaan operasi militer dunia.

Sementara itu, Wakil Kepala Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia dan Timor Leste Dorothea Krimitsas menambahkan, bahwa melalui Swirmo, ICRC mengelaborasi kerjasama yang lebih jauh antar negara.

"Ini pertama kalinya Swirmo di Indonesia, kami menghargai dukungan TNI dan PMI dan kami berupaya mengelaborasi lebih jauh kerjasama antar negara," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved