Exim Bank Se-Asia Gelar Pertemuan di Malaysia, Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pasca Pandemi

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank melaksanakan pertemuan tahunan Asian Exim Banks Forum.

Istimewa
LPEI atau Indonesia Eximbank saat melaksanakan pertemuan tahunan Asian Exim Banks Forum di Malaysia pada Selasa,15 November 2022 lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dalam memajukan ketahanan pangan untuk memulihkan perekonomian pasca pandemi covid-19, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank melaksanakan pertemuan tahunan Asian Exim Banks Forum.

Pertemuan yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 15 -17 November 2022 itu pun diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.


Dalam pers rilisnya pada Minggu 27 November 2022, disebutkan bahwa pada pertemuan yang dihadiri oleh pimpinan Exim Bank se-Asia  itu membahas strategi untuk meningkatkan ketahanan di tengah perekonomian global yang melambat.

Baca juga: Dugaan Korupsi Rp 5 Miliar Kepala Unit Bank Pelat Merah di Bangli, Hari Ini Periksa Saksi Lagi

Bahkan peserta forum satu suara bahwa kolaborasi antar Exim Bank diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dunia saat ini seperti perlambatan ekonomi, geopolitik, dan gangguan rantai pasok.


Direktur Pelaksana Bidang Keuangan dan Operasional LPEI Agus Windiarto mengatakan bahwa kerja sama dimaksud dapat dilakukan melalui penyediaan fasilitas secara bersama seperti cofinancing dan guarantee untuk mendukung pelaku usaha.

Kolaborasi lain juga dapat dilakukan dengan saling berbagi informasi sehingga Exim Bank dapat lebih inovatif dan tanggap dalam menjawab kondisi perekonomian yang bergerak dinamis.

Baca juga: Ulang Tahun Ke-2 Bank Urban, UsungTema Kolaborasi Untuk Inovasi


"Pada kesempatan itu ditekankan bahwa dukungan kepada sektor Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan hal yang penting. Belajar dari pandemi, transformasi digital dan transisi energi menjadi urgen dan perlu dilakukan percepatan," katanya.


Pada kesempatan itu diakui, Thailand Eximbank berbagi informasi mengenai penerapan ESG di lingkungannya. Institusi yang dimiliki seluruhnya oleh Pemerintah Thailand ini bercerita mengenai instrumen finansial berbasis ESG yang telah mereka keluarkan seperti penerbitan green bonds, dan green financing


"Dalam kesempatan tersebut Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Korea Eximbank berbagi pengalaman mengenai beberapa proyek pembiayaan hijau yang telah mereka jalankan," katanya. 

Baca juga: Luar Biasa, Laba bank bjb Terus Melejit 23,3 % , Mencapai Rp2,2 Triliun di Triwulan III 2022


Sementara LPEI sendiri telah memasukkan ESG sebagai value proposition yang menunjukkan dukungan LPEI kepada keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Hal itu pun sejalan dengan anjuran OJK atau lembaga keuangan di Indonesia untuk menerapkan keuangan berkelanjutan. 


"Pada intinya bagaimana kita bisa memulihkan ekonomi. Seperti upaya yang kami lakukan saat G20 di Bali, dengan memberi pelatihan dan pendampingan melalui Marketing Handholding Program (Business Matching, Market Place Global dan Pameran)  kepada para pelaku UMKM berorientasi ekspor," bebernya.


Agus Windiarto juga menyampaikan bahwa selaku lembaga keuangan dengan mandat mendorong peningkatan ekspor di Indonesia, LPEI terus mempertajam value proposition-nya ke dalam strategi bisnis sehingga lebih adaptif terhadap perubahan global.


"LPEI terus memperkuat kerja sama dengan ekosistem ekspor Indonesia, memperluas layanan, serta mengikutsertakan ESG untuk membuka lebih banyak peluang untuk kemajuan ekspor Indonesia," kata Agus.


Pada kesempatan tersebut, anggota AEBF juga melakukan penandatanganan join statement mengenai dukungan AEBF terhadap pembangunan berkelanjutan. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Badung

 

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved