Berita Buleleng

Permainan Tradisional Metempeng Gandong Buleleng Akan Diusulkan Masuk WBTB

Permainan tradisional Metempeng Gandong asal Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng akan diusulkan untuk ditetapkan menjadi Warisan Budaya

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Lurah Banyuning, Nyoman Mulyawan saat menjelaskan terkait permainan tradisional Metempeng Gandong 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Permainan tradisional Metempeng Gandong asal Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng akan diusulkan untuk ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Usulan ini dilakukan agar permainan tradisional tersebut tidak punah, serta mendapatkan pengakuan yang sejajar dengan hak kekayaan intelektual. 


Lurah Banyuning, Nyoman Mulyawan mengatakan, Metempeng Gandong ini dulunya sering dimainkan oleh remaja dan anak-anak di areal pura.

Baca juga: KPU Buleleng, Bali, Buka Seleksi Calon PPK, Sudah Didaftar 120 Orang

Namun seiring dengan berkembangnya zaman digitalisasi, para remaja di Kelurahan Banyuning kini tak lagi memainkan permainan yang menguji ketangkasan dan kecerdikan tersebut. 


Mulyawan menyebut, Metempeng memiliki arti melempar batu.

Sementara Gandong artinya digendong. Permainan ini dimainkan dua anak.

Sebelum memulai permainan, keduanya melakukan suten untuk menentukan siapa yang digendong dan siapa yang menggendong. 

Baca juga: Video Viral, Dua Remaja Buleleng Baku Hantam, Polres Buleleng Bali Lakukan Penyelidikan!


Anak yang digendong selanjutnya memiliki kesempatan pertama untuk melemparkan sebilah batu pipih ke tanah dengan jarak sejauh mungkin.

Selanjutnya anak yang menggendong juga melemparkan batu pipih miliknya, namun dengan syarat lemparan harus mengenai batu milik anak yang digendong.


Bila batu yang dilempar berhasil mengenai batu milik anak yang digendong, maka posisi keduanya bergantian.

Yang sebelumnya digendong berubah menjadi yang menggendong.

Namun apabila batu yang dilempar tidak mengenai batu milik anak yang digendong, maka yang menggendong harus mengambil batu yang dilempar tadi sembari menggendong lawannya. 

Baca juga: Kakak Beradik di Buleleng, Bali Setubuhi dan Lakukan Pelecehan Kepada Anak Dibawah Umur


"Ini permainan mengadu ketangkasan dan kecerdikan. Fisiknya harus kuat karena harus menggendong lawannya sampai menang, agar posisi bisa dibalik dari yang sebelumnya menggendong menjadi yang digendong."

"Waktu kecil saya bersama teman-teman sering memainkan Metempeng Gandong ini. Tapi sekarang, permainan ini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak di Banyuning," terangnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved