Berita Jembrana

Kasus Persetubuhan Anak di Jembrana Naik ke Penyidikan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Satreskrim Polres Jembrana telah melakukan gelar perkara atas kasus persetubuhan anak di bawah umur dengan terlapor berinisial KAPP (22).

tribun bali/dwisuputra
ilustrasi - Kasus Persetubuhan Anak di Jembrana Naik ke Penyidikan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Satreskrim Polres Jembrana telah melakukan gelar perkara atas kasus persetubuhan anak di bawah umur dengan terlapor berinisial KAPP (22).

Dari hasil tersebut, polisi telah meningkatkan status ke penyidikan.

Artinya, ada unsur terlapor melakukan pelanggaran hukum. Saat ini, polisi masih melanjutkan pemeriksaan saksi. 


"Sudah ditingkatkan ke penyidikan," ungkap Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Muhammad Reza Pranata saat dikonfirmasi, Senin 28 November 2022.

Baca juga: Jembrana Target Emas di Road Race, Turun di Empat Kelas Berbeda


Mengenai statusnya, kata dia, dari hasil gelar perkara yang dilakukan polisi, memang ada dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh terlapor.

Hanya saat ini masih pendalaman dan segera melakukan penetapan tersangka. 


"Masih pemeriksaan saksi-saksi. Hasil gelar perkara memang ada dugaan tindak pidana, sekarang hanya tinggal menemukan tersangka," tegasnya.

Baca juga: Total Penerima Beasiswa dari Pemkab Jembrana 900 Orang, Dapat Rp3 Juta Per Orang


Disinggung mengenai status perkawinannya yang dinilai belum sah, AKP Reza Pranata mengakui pihaknya hanya fokus ke perbuatan terlapor.

Artinya, untuk status perkawinannya akan ditelusuri lebih lanjut.


"Kita tidak melihat itu (status perkawinan), kita lihat perbuatannya saja," tandasnya.

Baca juga: 25 Toko Modern Menjamur di Jembrana, Bupati Minta Pedagang Berinovasi dan Jangan Mau Kalah


Untuk diketahui, seorang anak baru gede (ABG) di Jembrana menjadi korban  persetubuhan anak di bawah umur hingga hamil.

Mirisnya, korban yang tinggal di Kecamatan Melaya disebutkan sudah mengandung 4 bulan.

Pihak keluarga korban pun tak terima dan telah melakukan pelaporan ke Polres Jembrana, Jumat 14 Oktober 2022 lalu.

Pihak keluarga melaporkan kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan oleh pria dewasa berusia 22 tahun. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved