Berita Karangasem

Petani Asal Karangasem Nekat Akhiri Hidup, Diduga Depresi Jadi Pemicu, Simak Beritanya!

Berdasarkan keterangan suaminya, kata Gede Wirya, sejak 2017 korban mengalami depresi dan sedang dalam mengonsumsi obat.

Tribun Bali/Prima
Ilustrasi mayat -Nengah N, wanita asal Bebandem, Karangasem nekat akhiri hidup dengan cara gantung diri.  Tragedi nekat akhiri hidup (bunuh diri) ini, dilakukan di tegalan milik warga, Senin (28/11/2022). Yang bersangkutan bunuh diri lantaran depresi, tidak kuat menahan sakit yang dideritanya sejak erupsi Gunung Agung terjadi. 

Berita atau artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasakan tanda-tanda depresi dan memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit atau klinik yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Anda juga bisa simak hotline https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

TRIBUN-BALI.COM - Nengah N, wanita asal Bebandem, Karangasem nekat akhiri hidup dengan cara gantung diri. 

Tragedi nekat akhiri hidup (bunuh diri) ini, dilakukan di tegalan milik warga, Senin (28/11/2022).

Yang bersangkutan bunuh diri lantaran depresi, tidak kuat menahan sakit yang dideritanya sejak erupsi Gunung Agung terjadi.

Baca juga: Kasus Akhiri Hidup Luput Dari Jangkauan Pemerintah Gianyar, Sosiolog Unud: Fenomena Ekoistik

Baca juga: Jenazah Suami Istri Nekat Akhiri Hidup di Gianyar Bali Sudah Masuk Ruang Forensik RSUP Sanglah

ilustrasi - Nengah N, wanita asal Bebandem, Karangasem nekat akhiri hidup dengan cara gantung diri. 

Tragedi nekat akhiri hidup (bunuh diri) ini, dilakukan di tegalan milik warga, Senin (28/11/2022).

Yang bersangkutan bunuh diri lantaran depresi, tidak kuat menahan sakit yang dideritanya sejak erupsi Gunung Agung terjadi.
ilustrasi - Nengah N, wanita asal Bebandem, Karangasem nekat akhiri hidup dengan cara gantung diri.  Tragedi nekat akhiri hidup (bunuh diri) ini, dilakukan di tegalan milik warga, Senin (28/11/2022). Yang bersangkutan bunuh diri lantaran depresi, tidak kuat menahan sakit yang dideritanya sejak erupsi Gunung Agung terjadi. (tribun bali/dwisuputra)

 

Info di lapangan, korban ditemukan gantung diri sekitar pukul 05.00 WITA oleh suaminya, Wayan S.

Saat itu yang bersangkutan sudah bangun untuk memasak nasi.

Sebelum masak, suaminya sempat memanggil korban beberapa kali.

Mengingat jarak kamar dan dapur berdekatan.

Sayangnya tidak ada respon.

Suami korban masuk ke kamar, dikarenakan tak ada respon.

Sesampai di dalam, korban tak ada.

Akhirnya yang bersangkutan mencari korban di seputaran rumah.

Setelah sampai di sekitar kandang sapi, saksi melihat sang istri telah gantung diri di pohon waru.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved