Sponsored Content

TPA Suwung Ditutup, Kemana Sampah Bali Dibuang? Berikut Pemaparan dari Empat Narasumber

TPA Regional Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) atau dengan nama lain TPA Suwung akan ditutup permanen.

Istimewa
Webinar yang diadakan oleh tim kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (PkM ITB) Bali Mereresik yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB, diisi oleh empat orang narasumber dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Sampah, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Bali, Pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Samtaku, dan Dosen Teknik Lingkungan ITB yang juga merupakan ketua dari PkM ITB Bali Mereresik membahas tentang kemana sampah yang berada di Provinsi Bali khususnya di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung usai TPA Suwung Ditutup 

TRIBUN-BALI.COM - TPA Regional Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) atau dengan nama lain TPA Suwung akan ditutup permanen.

Wacana tersebut sudah digaungkan sejak tahun 2021 tetapi hingga menjelang akhir 2022, TPA Suwung masih beroperasi dan menerima sampah dari dua wilayah di Provinsi Bali yakni Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. 

Kondisi penumpukan sampah di TPA Suwung sudah mencapai setinggi 25 meter dari permukaan laut. 

Lahan TPA seluas 32,46 hektar sudah hampir seluruhnya dipenuhi oleh tumpukan-tumpukan sampah. 

Hal tersebut menyebabkan TPA Suwung terancam tidak lagi dapat menampung sampah dan rencana ditutup permanen pada Januari 2023. 

Sebelum ditutup permanen, Pemerintah berencana menutup TPA Suwung sementara pada Bulan November ketika acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali berlangsung Jika TPA Suwung benar-benar ditutup permanen, lantas bagaimanakah sampah yang berada di Provinsi Bali khususnya di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung?

Webinar yang diadakan oleh tim kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (PkM ITB) Bali Mereresik yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB, diisi oleh empat orang narasumber dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Sampah, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Bali, Pengelola Tempat  Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Samtaku, dan Dosen Teknik Lingkungan ITB yang juga merupakan ketua dari PkM ITB Bali Mereresik.

Baca juga: Pemkab Buleleng Akan Memperluas Lahan TPA Bengkala Hingga 3 Hektar

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DKLH Provinsi Bali, Ni Made Armadi, menerangkan bahwa kondisi TPA Suwung sudah mencapai 90 persen penuh dan TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) juga hampir penuh. Hal tersebut karena Kota Denpasar merupakan pusat pemerintahan Bali dan memiliki peningkatan penduduk yang tinggi. 

“Solusi yang dapat diberikan dari Pemerintah Kota/Kabupaten adalah mengetatkan operasional dan kinerja Bank Sampah serta TPS 3R agar semakin efektif”. Ungkap Ni Made Armadi.

Hal Senada diungkapkan oleh Kepala Seksi Pelaksanaan, BPPW Provinsi Bali, Heny Susanti, bahwa strategi dimulai dengan mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di tingkat sumber yakni dengan membuat TPS 3R dan bank sampah yang memiliki konsep meningkatkan nilai tambah (value added). 

“Solusi dalam waktu dekat ini dari Pemerintah Regional Sarbagita bahwa masing-masing mengelola sampahnya sendiri tidak lagi regional Badung dengan 2 TPST dengan 1 TPS yang akan dibangun di tahun 2023, mengolah sendiri demikian dengan Tabanan dan Gianyar” ucap Heny Susanti ketika pemaparannya di webinar

Heny Susanti juga memaparkan bahwa TPA yang sudah ditutup tidak mungkin dibiarkan begitu saja harus dikelola dan ditata misal dengan mining.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DKLH Provinsi Bali juga mengungkapkan bahwa perlu adanya perubahan perilaku masyarakat agar sampah yang dihasilkan dapat diminimalisir untuk dikirimkan ke TPA.

“DKLH sudah ada bidang terkait perubahan perilaku yang perlu disampaikan kepada masyarakat seperti sosialisasi atau di Provinsi ada tim Kerthi Bali Sejahtera (KBS) dimana Aparatur sipil negara (ASN) dan non ASN wajib terjun ke desa-desa asal karyawan-karyawannya untuk mensosialisasikan program pergub Bali terkait pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan plastik sekali pakai (PSP),” kata Kepala UPTD.

TPA Regional Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) atau dengan nama lain TPA Suwung akan ditutup permanen.
TPA Regional Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) atau dengan nama lain TPA Suwung akan ditutup permanen. (Istimewa)
Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved