Berita Bali

Terpilih Menjadi Ketua DPD Apersi Bali, Sariana Komitmen Bantu Wujudkan 1 Juta Rumah Subsidi 

Ketua APERSI Bali, I Gede Sariana berkomitmen untuk membantu program pemerintah wujudkan 1 juta rumah subsidi untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Pasca terpilih menjadi Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Bali, I Gede Sariana berkomitmen untuk membantu program pemerintah mewujudkan 1 juta rumah subsidi untuk masyarakat berpendapatan rendah (MBR).  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasca terpilih menjadi Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia ( APERSI) Bali, I Gede Sariana berkomitmen untuk membantu program pemerintah mewujudkan 1 juta rumah subsidi untuk masyarakat berpendapatan rendah (MBR). 

“Saya baru dipercaya anggota APERSI Bali,  terima kasih sudah memilih dan mempercayakan saya sebagai DPD Bali saya juga membuat perumahan subsidi dibidang masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berada di Singaraja, Karangasem, Negara dan Tabanan,” jelas, Sariana pada, Rabu 30 November 2022. 

Harga rumah subsidi pun sudah diumumkan oleh pemerintah yakni berkisar Rp. 168 juta perunit dengan tipe rumah berbeda-beda, tergantung daerahnya juga.

Pihaknya pun kini tengah melakukan kolaborasi kembali dengan Bank BTN untuk meningkatkan daya beli rumah subsidi.

Menurutnya hingga kini banyak yang tidak paham rumah subsidi itu apa. 

“Rumah subsidi itu dari pemerintah dibantu dengan suku bunga seperti pemerintah pusat menyampaikan punya impian sejuta rumah. Kami dibidang developer atau dibidang APERSI membuat rumah subsidi menjalankan tugas-tugas dari pemerintah,” imbuhnya. 

Ia pun memberikan penjelasan bagaimana caranya agar masyarakat dapat membeli rumah subsidi.

Dan ia juga memberikan contoh misalnya ada masyarakat yang penghasilannya Rp 3,8 juta sebulan dan belum menikah, dalam sebulan ia bisa membayar cicilan KPR rumah subsidi sebesar Rp. 1 juta.

Baca juga: KTT G20 di Bali Sukses, Gubernur Wayan Koster Ungkap Terima Kasih Wakili Pemprov dan Masyarakat Bali

Dan DP sesuai dengan masing-masing daerah namun yang wajib biasanya DP Rp. 8 juta. 

“Namun ada bonus, dari pemerintah ada bantuan dan dari developer akan ada memberikan diluar biaya balik nama, pajak. Sudah jelas komplit dengan hak milik. Kalau anak muda penghasilan dibawah Rp. 6 juta sudah bisa membeli rumah subsidi intinya tidak ada pinjaman di Bank yang kol,” paparnya. 

Sementara untuk yang sudah berumahtangga jika ingin membeli rumah bersubsidi wajib menunjukan KTP, KK suami istri dan harus berpenghasilan suami istri Rp. 8 juta perbulannya.

Dan pihak Bank yang akan mengakumulasi apakah cocok masyarakat tersebut mendapatkan cicilan rumah subsidi. 

“Dan bisa membayar Rp. 1 juta akan bisa yang penting tidak ada pinjaman lain. Kita kerjasama dengan bank BTN dan saling menjaga kerjasama untuk mewujudkan 1 juta unit,” tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved