Berita Regional

Dukung Peningkatan Kesejahteraan Petani, LPPM ITB Pasang Mesin Pengering di Desa Inerie NTT

Pengeringan buah dilaksanakan sebagai salah satu upaya penanganan buah di saat musim panen.

Istimewa
Tim LPPM Institut Teknologi Bandung (ITB) menyerahkan bantuan mesin pengering kepada kelompok tani di Desa Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dukung Peningkatan Kesejahteraan Petani, LPPM ITB Pasang Mesin Pengering di Desa Inerie

Menindak lanjuti kunjungan pada bulan Juli 2022 yang lalu, tim teknologi pengeringan buah dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan acara sosialisasi dan penyerahan bantuan teknologi pengeringan buah di Desa Inerie, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Sabtu 26 November 2022.

Baca juga: LPPM ITB bersama New Eden Moringa, Siap Memasang Alat Pengering Buah di Desa Inerie NTT

Baca juga: LPPM ITB bersama New Eden Moringa, Siap Memasang Alat Pengering Buah di Desa Inerie NTT

Tim LPPM ITB terdiri atas dua dosen Fakultas Teknologi Industri ITB, yaitu Prof. Dr. Ir. Lienda A. Handojo, M.Eng. dan Ir. Sanggono Adisasmito, M.Sc, Ph.D. serta 3 asisten yang merupakan lulusan program studi Teknik Kimia ITB yaitu Farah Hafizhah, Tengku Romansyah, dan Agrifa Imanuel.

Lieta Isomartana selaku founder New Eden Moringa merupakan mitra tim dalam kegiatan ini.

Pengeringan buah dilaksanakan sebagai salah satu upaya penanganan buah di saat musim panen.

Pelatihan Pengeringan Buah kepada Kelompok Tani Wonga Wali di Desa Inerie (26/11/2022).
Pelatihan Pengeringan Buah kepada Kelompok Tani Wonga Wali di Desa Inerie (26/11/2022). (Istimewa)

Biasanya jumlah buah atau produk perkebunan yang dihasilkan berlimpah sehingga harga jual cenderung turun atau produk yang tidak habis terjual menjadi busuk.

“Dengan teknologi pengeringan ini, diharapkan umur simpan buah-buahan dan produk kebun lainnya akan menjadi lebih panjang sehingga dapat dijual di luar musim panen, yang selanjutnya dapat membantu meningkatkan perekonomian para petani,” jelas Prof. Lienda yang juga dosen dari Program Studi Teknik Pangan ITB.

Penyerahan mesin pengering kepada Plt. Kepala Desa Inerie Agustinus Emilianus Dhoe dilaksanakan di Balai Desa Inerie.

Baca juga: Tinggalkan Australia, Lieta Widiarti Dedikasikan Hidupnya Angkat Martabat Petani Wanita di Flores

Baca juga: Tinggalkan Australia, Lieta Widiarti Dedikasikan Hidupnya Angkat Martabat Petani Wanita di Flores

“Saya berharap bahwa buah-buahan kering ini nantinya akan dapat menjadi produk oleh-oleh lokal” ujarnya.

Hadir pula Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Paulus Gono dalam acara tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi bantuan lemari pengering ini. Peralatan ini merupakan sesuatu yang baru dan akan berdampak positif bagi masyarakat desa karena banyak sekali buah-buahan yang tidak terjual dan menjadi busuk saat produksi berlimpah,” ujar Paulus Gono.

Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Paulus Gono, mencicipi buah kering hasil percobaan pertama kelompok tani Wonga Wali.
Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Paulus Gono, mencicipi buah kering hasil percobaan pertama kelompok tani Wonga Wali. (Istimewa)

Vinsentius Kua, salah satu mantan anggota DPRD Kabupaten Ngada yang turut menghadiri acara berkomentar bahwa bantuan dalam bentuk teknologi merupakan sesuatu yang sangat baik karena dapat memberi efek kesinambungan.

“Semoga desa-desa lain juga akan dapat menggunakan teknologi pengeringan untuk menangani buah-buah hasil perkebunan mereka yang sering berlimpah,” ujar Vinsentius Kua.

Kepada Kelompok Tani Wonga Wali diberikan pula pelatihan pengoperasian mesin pengering termasuk suhu pengeringan yang digunakan.

“Suhu mesin pengering diatur tidak terlalu tinggi dengan tujuan agar kualitas buah seperti nutrisi dan vitaminnya tetap terjaga,” jelas Dr. Sanggono yang merupakan dosen Teknik Kimia ITB.

Di akhir kegiatan, PLT Kepala Desa Inerie menambahkan bahwa, ia mengharapkan akan adanya pelatihan-pelatihan lain dari LPPM ITB untuk memajukan masyarakat sesuai dengan sumber daya yang ada di Desa Inerie, seperti pengolahan kelapa atau penanganan ikan tangkapan.

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved