Berita Denpasar

Ikuti Digitalisasi, Kanwil DJP Bali Sosialisasikan NIK jadi NPWP

kartu NPWP sendiri DJP sudah menyediakan NPWP digital, yang bisa diliat di laman DJP ONLINE atau di Pajak.go.id.

net
Ilustrasi NPWP. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Zaman yang sudah modern dan serba digital membuat semua hal dapat dilakukan secara online dimana dan kapan saja menggunakan smartphone. Bahkan untuk pemilik usaha pun yang akan membayar pajak usaha pun tak harus menunggu didatangi petugas atau datang ke Kantor Pajak, karena semua bisa dilakukan secara online. 

“Iya, kalau jaman dulu dompet tebal penuh kartu kredit, kartu member, sudah bangga, sekarang semua tersimpan di HP di gadget. Gelaran pasar rakyat seperti PKB pun bayarnya sudah bisa pake QRIS, nah tentu Direktorat Jenderal Pajak atau DJP juga turut mendukung digitalisasi,” jelas, Bayu Suteja, Penyuluh Pajak dari Kantor Wilayah DJP Bali pada, Rabu 30 November 2022. 

Selain itu, untuk kartu NPWP sendiri DJP sudah menyediakan NPWP digital, yang bisa diliat di laman DJP ONLINE atau di Pajak.go.id. Ini juga bisa didownload dimana nantinya akan keluar berupa file PDF dan statusnya sama dengan kartu NPWP. Dan mulai tanggal 1 Januari 2024, tidak akan ada lagi kartu NPWP untuk masyarakat. 

“Jadi dengan terbitnya Undang Undang Nomor 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Per pajakan, atau Undang-Undang HPP, sudah diamanatkan bahwa Nomor Induk Kependudukan atau NIK akan digunakan sebagai identitas dalam administrasi per pajakan bagi penduduk Indonesia. Sekarang kita masih masa transisi untuk proses validasi data agar NIK yang terdaftar cocok dengan data di DJP, sampai nanti Go Live di 1 Jan 2024,” sambungnya. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, proses ini memang mengikuti best practice di negara-negara maju, bahwa ada Single Identity Number, atau 1 nomor identitas penduduk untuk berbagai kebutuhan, jadi lebih efisien dan kalau istilah Pak Eric Thohir mendukung ease of doing bussiness. Memang untuk mencapai titik single identity memerlukan proses dan sistem yang memadai, karena penduduk Indonesia sangat banyak, di 2022 ini sudah menyentuh 275 juta jiwa. 

Saat ini secara per pajakan memasuki masa transisi penerapan NIK menjadi NPWP, ada beberapa hal ya. Pertama yakni sejak 14 Juli 2022, bertepatan dengan Hari Pajak, telah launching penggunaan NIK untuk login di laman DJP Online. Jadi dulu untuk masuk ke DJP Online harus pakai NPWP dan password, sekarang bisa pakai NIK dan Password. 

“Mengingat di dompetnya pasti tersimpan KTP, jadi NIK selalu bisa diliat, jadi mudah masuk ke laman DJP Online. Itu adalah one stop site milik DJP. Daftar Pajak, Bayar, dan Lapor bisa dari DJP Online,” paparnya. 

Nantinya juga akan ada validasi data dan penduduk banyak terpusat di pulau Jawa. Nah untuk validasi ini jadi semua Wajib Pajak membuka laman DJP Online, kemudian masuk ke menu profil, nah disana ada data pribadinya menurut DJP, bisa jadi data ini sudah tidak sesuai dengan data terkini, data-data itu kemudian diperbaiki sendiri dan kemudian klik validasi. Yang paling penting tentu data NIK, nama, tempat tanggal lahir, yang kemungkinan terdapat perbedaan antara data menurut DJP dengan data yang dimiliki oleh masyarakat. 

“Berikutnya data seperti alamat email, nomor HP, anggota keluarga juga, nanti mudah kok, tampilan seperti media sosial lainnya juga,” tandasnya. Agar nanti ketika kita sudah beralih menggunakan NIK sepenuhnya di 2024, data yang ada sudah valid dan terpercaya. Andai menemukan kondisi data disebut Tidak Valid, nah baru hubungi petugas kami untuk dilakukan pencocokan data,” tandasnya. 

Untuk melakukan hal tersebut masyarakat tak perlu datang ke Kantor Pelayanan Pajak cukup hubungi layanan WA dari tiap KPP. Bisa di cek juga di Instagram resmi tiap kantor pajak, biasanya alamatnya @Pajak ditambah nama kota, contoh @PajakGianyar atau @PajakTabanan, nanti di bio IG nya disediakan nomor layanan konsultasinya.

“Kita memang usahakan pelayanan memudahkan masyarakat ya, dan tentu gratis! Bahkan parkir di kantor pajak juga tidak dipungut biaya,” tutupnya. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved