Berita Bali

Kasus Dugaan Reklamasi Pantai Melasti Ungasan, Polda Bali Telah Periksa 30 Saksi

Polda Bali telah memeriksa sejumlah saksi terhadap kasus dugaan reklamasi di Pantai Melasti, Ungasan, Badung.

Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Kabid Humas Polda Bali (kiri) dan Kasubdit II Ditreskrimum Polda Bali (kanan). Sebut telah periksa 30 saksi terkait kasus dugaan reklamasi di Pantai Melasti, Ungasan, Badung. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Polda Bali telah memeriksa sejumlah saksi terhadap kasus dugaan reklamasi di Pantai Melasti, Ungasan, Badung.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabis Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto saat ditemui Tribun Bali pada Kamis 1 Desember 2022.


Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto menuturkan, Polda Bali telah memeriksa 30 saksi terkait kasus reklamasi di Pantai Melasti.

Baca juga: 15 Orang Diperiksa, Kasus Reklamasi Pantai Melasti Terus Bergulir di Polda Bali


Selain memeriksa saksi, Polda Bali juga telah memeriksa beberapa barang bukti lainnya.


Seperti foto-foto di seputar lokasi reklamasi hingga foto peta citra satelit tahun 2018 dan 2020.

“Tindak lanjut dari Polda Bali, sudah melakukan pemeriksaan terhadap 30 saksi.”

 

“Kemudian juga adanya barang bukti berupa foto-foto baik di perairan Pantai Melasti yang sedang diurug, ada juga fotokopi peta citra satelit 2018 dan 2020 dari BPN kabupaten badung,” ungkap Kabid Humas Polda Bali di Press Room Polda Bali.

Baca juga: Reklamasi Bandara Ngurah Rai Seluas 47 Hektar Hampir Rampung, Ditargetkan Selesai Akhir Tahun 2020

Sementara itu, Kasubdit II Ditreskrimum Polda Bali, AKBP. Witaya menuturkan, 30 saksi tersebut berasal dari Pemerintah, pihak PT Tebing Mas Estate hingga warga sekitar.


“Saksi-saksi yang sudah kami periksa ada 30, dari Satpol PP, PUPR, Dinas Perikanan, kelompok nelayan, warga setempat, Manajer PT Tebing Mas Estate.”


“Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Komisaris PT Tebing Mas Estate, Dinas Penaman Modal Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali,” ucap Kasubdit II Ditreskrimum Polda Bali.

Baca juga: Puluhan Pengusaha Galian C di Karangasem Belum Cairkan Dana Reklamasi

Pasalnya, luas lahan yang menjadi sengketa dalam kasus reklamasi Pantai Melasti yakni seluas 22.310 m2.


Lebih lanjut, AKBP. Witaya menuturkan, kasus bermula ketika Desa Adat Ungasan ingin bekerja sama dengan PT. Tebing Mas Estate.


Kerja sama dilakukan lantaran kala itu LPD (Lembaga Perkreditan Desa) Desa Adat Ungasan tengah dirundung masalah korupsi oleh mantan Ketua LPD Desa Adat Ungasan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved