Berita Denpasar

Universitas Indonesia Lirik Potensi Desa Wisata Budaya di Desa Patas Buleleng

Universitas Indonesia Lirik Potensi Desa Wisata Budaya di Desa Patas Buleleng

ist
Adanya potensi wisata budaya, Universitas Indonesia turun tangan berkontribusi dengan melakukan pengabdian masyarakat di Desa Patas di Kantor Desa Patas Kamis 1 Desember 2022. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Bali Utara terkenal akan sejarah, budaya dan alamnya. Tempat yang  familier adalah Pantai Lovina dan Desa Pemuteran. Tak jauh dari Desa Pemuteran ternyata Desa Patas Kecamatan Gerokgak  memiliki sejarah dan budaya, salah satunya  tradisi Gebug Ende atau dikenal dengan nama Sekaa Ende. Gebug Ende adalah ritual bermain perang-perangan dengan bambu rotan untuk memohon datangnya hujan. 

Adanya potensi wisata budaya, Universitas Indonesia turun tangan berkontribusi dengan melakukan pengabdian masyarakat di Desa Patas di Kantor Desa Patas Kamis 1 Desember 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Dr Agi Ginanjar juga sebagai Dosen Arkeologi UI dan Anggotanya yakni Dr. Aswin Hadisumarto yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, Mahasiswi Arkeologi Universitas dalam kegiatan dari Dosen Arkeologi, Jasmine Alifiannisa Putri, Amara Bittaqwa dan Ni Kadek Novi Febriani. 

Agi mengatakan, bentuk pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam  menarasikan potensi wisata lanskap budaya Desa Patas. Prediksi 2045 potensi wisata budaya mendominasi perekonomian Indonesia yang tentunya menggunakan digitalisasi. Menjadi penting penggunakan media digital sebagai wadah promosi desa.

Pilihan kepada desa ini karena  belum banyak yang mengenal desa ini. Padahal Desa Patas  memiliki potensi  dari  segi budaya dan alamnya. Selain itu juga, Desa patas dikenal dengan keberagaman beragama karena ada  ‘Kampung Toge’, masyarakat Hindu dan Islam hidup berdampingan sejak tahun 1980 an. 

“Kami dari Universitas Indonesia ingin ikut berkontribusi  pemberdayaan masyarakat khususnya dalam pengembangan wisata budaya dari tahap yang paling awal, yaitu pemetaan dan penyusunan narasi. Hal ini dapat dikombinasi dengan penggunaan media digital agar seiring dengan tren dan arah pembangunan saat ini,” kata, Agi Ginanjar. 

Perbekel Desa Patas, Kadek Sara Adnyana menyampaikan, Desa Patas memiliki budaya yang menjadi potensi desa wisata budaya, yaitu Gebug Ende, Tarian Dewa Ayu, dan tradisi Safaran.  Selain itu, jumlah  penduduk berjumlah sekitar 11 ribu dan secara geografis wilayahnya ada gunung dan laut. 

"Kami berharap dapat mengembangkan potensi yang dimiliki Patas secara bertahap. Di masing-masing banjar sudah ada Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dapat mempromosikan Desa Patas wisata budayanya," tutupnya. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved