Berita Bali

Fitology Fitness Pusat Kebugaran Untuk Lansia Kini Hadir di Bali

Fitology Fitness, Pusat Kebugaran untuk lansia kini hadir di Bali. Simak ulasannya berikut ini.

Istimewa
Fitology Fitness, Pusat Kebugaran untuk lansia kini hadir di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lanjut usia atau seringkali disingkat lansia merupakan sebuah tahapan hidup manusia yang akan dialami setiap orang yang berumur panjang.

Pada umumnya mereka yang digolongkan sebagai lansia telah menginjak usia 60 tahun, dimana pada masa ini ditandai dengan adanya kemunduran kapasitas fisik, mental dan sosial.

Tidak sedikit pula yang tergantung pada pertolongan orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Itulah kenapa kata lansia erat kaitannya dengan keluhan kesehatan dan ketidakberdayaan.

Padahal disamping bertambahnya usia, lansia dapat tetap mempertahankan keberdayaan mereka apabila mau dan mampu mempertahankan kebugarannya.

"Kita sebaiknya memahami bahwa adanya perbedaan antara sehat dan bugar. Sehat adalah suatu keadaan baik fisik, mental dan sosial yang terbebas dari penyakit atau kelemahan. Bugar adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak mudah lelah setelah melakukan berbagai aktivitas. Apakah orang yang bugar sudah pasti sehat? Tentu saja. Namun hal ini tidak berlaku sebaliknya. Dalam kata lain, orang sehat belum tentu bugar," kata Jansen Ongko selaku ketua umum APKI dan pendiri Fitology Fitness usai acara pembukaan pusat kebugaran terbaru miliknya yang berlokasi di area Denpasar Selatan, Sabtu 3 Desember 2022.

Menurut dia, industri kebugaran di Indonesia belum terlalu ramah terhadap lansia.

Memang sangatlah sulit mencari pusat kebugaran dengan fasilitas yang mendukung dan nyaman suasananya untuk mereka berolahraga, terutama untuk melatih kekuatan.

Baca juga: Lansia di Bangli Mulai Disuntik Booster Dosis II, Sasar 31.289 Orang

Kalaupun ada untuk lansia, umumnya adalah sanggar yang menyediakan senam untuk menjaga kesehatan kardiovaskular atau tempat rehabilitasi untuk mengatasi gangguan gerak yang mereka alami.

"Senam yang dilakukan secara rutin memang cukup untuk menjaga kesehatan. Tetapi untuk melawan kemunduran kapasitas fisik akibat proses penuaan dan agar dapat tetap hidup mandiri, lansia juga wajib untuk rutin melatih kekuatan otot tubuh mereka,” imbuhnya.

Bahkan banyak penelitian yang menunjukkan adanya hubungan positif antara kekuatan otot dengan usia harapan hidup.

Pendapat yang mengatakan latihan kekuatan itu berbahaya bagi lansia tidak sepenuhnya benar.

“Justru lansia perlu menjaga kekuatan otot mereka. Apapun program latihannya apabila dilakukan dengan baik, benar, terukur dan teratur serta disesuaikan dengan kemampuan tentunya aman," tambahnya.

Dikutip dari laman situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), bahwa jumlah penduduk lanjut usia ( lansia) Indonesia diproyeksikan terus bertambah hingga mencapai 19,9 persen pada tahun 2045.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved