Erupsi Gunung Semeru

Berada di Kaki Gunung Semeru, Edy Sebut Pura Mandara Giri Tidak Terdampak Erupsi

Berada di kaki Gunung Semeru, mantan Ketua PHDI Lumajang sebut Pura Mandara Giri tidak terdampak erupsi.

PVMBG
Gunung Semeru kembali erupsi dengan mengeluarkan awan panas yang mengarah ke Lumajang, Minggu 4 Desember 2022 - Berada di kaki Gunung Semeru, mantan Ketua PHDI Lumajang sebut Pura Mandara Giri tidak terdampak erupsi. Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Update Kondisi Gunung Semeru Pasca Erupsi, Sempat Terjadi 8 Gempa Letusan, https://surabaya.tribunnews.com/2022/12/04/update-kondisi-gunung-semeru-pasca-erupsi-sempat-terjadi-8-gempa-letusan. Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: irwan sy 

TRIBUN-BALI.COM, Denpasar - Pura Mandara Giri Semeru Agung yang terletak di kawasan kaki Gunung Semeru dikabarkan dalam keadaan aman.

Meskipun gunung berapi tertinggi di Jawa itu mengalami erupsi dan mengeluarkan semburan abu serta awan panas pada Minggu (4/12), namun arah erupsi tidak menuju ke lokasi pura terbesar di Jawa Timur itu.

Terkait erupsi Semeru dan statusnya yang dinyatakan “Awas”(level tertinggi), kondisi umat Hindu yang berada di Kabupaten Lumajang juga disebut aman dan tidak ada yang terdampak.

"Kondisi umat Hindu di sini aman, dan erupsi terjadi dini hari tadi," kata Edy Sumianto, mantan Ketua PHDI Lumajang saat dihubungi Tribun Bali, Minggu (4/12) siang.

Edy yang baru selesai menjabat Ketua PHDI Lumajang pada Oktober 2022 lalu menambahkan bahwa tak ada umat Hindu yang terdampak erupsi ini, meskipun lokasi pura di kawasan yang termasuk bagian kaki Gunung Semeru.

Hal ini karena umat Hindu di sana tinggal di kawasan yang berada di luar radius yang dinyatakan berbahaya.

"Kalau pura, aman. Jaraknya jauh dari kawasan yang dinyatakan berbahaya. Juga erupsinya masih ke arah tenggara, jadi aman," imbuh Edy.

Edy menambahkan, semua umat Hindu di sana saat ini sudah pindah ke daerah aman.

Diketahui Pura Mandara Giri yang memiliki luas 1,4 hektare itu terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Sedangkan kawasan yang terdampak guguran awan panas dari erupsi Semeru dilaporkan mencakup wilayah-wilayah di Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pronojiwo, Kecamatan Rowokangkung dan Kecamatan Pasirian.

Baca juga: Pakar ITS: Erupsi Semeru Mustahil Picu Tsunami di Jepang

Disebutkan Edy Sumianto, pada erupsi Semeru tahun 2021 lalu, ada satu keluarga (KK) umat Hindu yang terdampak.

"Saat erupsi sebelumnya, ada keluarga umat Hindu yang terdampak, tapi sekarang mereka sudah pindah ke daerah aman," imbuh Edy.

Ia menambahkan, di Kabupaten Lumajang terdapat lebih 2.000 KK umat Hindu.(sup)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved