Berita Klungkung

Anggaran Daerah Terbatas, Tahun 2023 Tidak Ada Penambahan CCTV di Klungkung, Bali

Anggaran daerah terbatas, pada tahun 2023 tidak ada penambahan CCTV di Klungkung, Bali.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kadiskominfo Klungkung I Wayan Parna. Anggaran daerah terbatas, pada tahun 2023 tidak ada penambahan CCTV di Klungkung, Bali. 

SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM- Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Klungkung, memastikan tidak menambah pengadaan Kamera CCTV di tahun 2023. Hal ini lantaran keterbatasan anggaran di daerah.

Padahal CCTV dibutuhkan dan dianggap penting untuk berbagai kepentingan. 

Kadiskominfo Klungkung I Wayan Parna menjelaskan, saat ini terpasang 31 kamera CCTV di Klungkung.

Dengan rincian di jalan raya terpasang sebanyak 12 CCTV, di Alun-alun Kota Semarapura terpasang 8 CCTV, dan di Objek Wisata terpasang 11 CCTV.

"Pemasangan CCTV kami tersebar di beberapa lokasi, yakni di ruas jalan utama di Klungkung, termasuk di destinasi wisata," ujar Wayan Parna, Rabu (7 Desember 2022).

Beberapa destinasi wisata yang sudah terpasang CCTV yakni Broken Beach, Angle Billabong, Diamond Beach, Pantai Penida, Devil Tears dan Pantai Atuh di Kecamatan Nusa Penida. 

Sementara di Klungkung daratan, CCTV dipasang di sekitar Pantai Klotok, Perbatasan Klungkung dan Gianyar, serta di Rest Area Goa Lawah.

"Padahal keberadaan CCTV ini penting, terutama memberi rasa aman dan nyaman ke masyarakat. Termasuk rekaman CCTV ini sangat penting untuk beberapa kepentingan," ungkap Wayan Parna.

Seperti misalnya untuk pengungkapakan suatu kasus mulai dari pencurian, kecelakaan lalu lintas, hingga narkotika.

Baca juga: Pemkab Klungkung Bentuk BRIDA, Dewan Nilai Bebani APBD

Biasanya kepolisian datang meminta rekaman CCTV ke Diskominfo untuk kebutuhan pengungkapan kasus.

Demikiam halnya masyarakat, terkadang datang juga ke Diskominfo ingin melihat rekaman CCTV untuk beberapa keperluan.

"Misal ada warga kehilangan helm, warga itu datang ke Kominfo Klungkung untuk melihat pelaku pencuri helmnya. Termasuk pernah ada warga yang datang ke Kantor Kominfo untuk melihat rekaman CCTV karena anjing peliharaanya hilang. Ini kan menandakan CCTV dibutuhkan juga oleh publik," ungkap Wayan Parna.

Namun dirinya menegaskan, sesuai prosedur dirinya tidak bisa memberikan rekaman CCTV sembarangan ke masayarakat.

Rekaman CCTV hanya diberikan ke kepolisian, itupun setelah kepolisian bersurat secara resmi ke Diskominfo Klungkung.

"Jika ada warga kehilangan helm, hewan peliharaan dan sebagainya hendak melihat rekaman CCTV Diskominfo, secara prosedural kami arahkan ke Kantor Polisi dulu melapor. Nanti polisi menindaklanjutinya ke kami (Diskominfo)," jelas Wayan Parna. (mit)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved