Berita Denpasar

Aptikom Tekankan Masyarakat Jangan Jadi Budak Teknologi Lewat Bidang Akademik

Aptikom Tekankan Masyarakat Jangan Jadi Budak Teknologi Lewat Bidang Akademik

ist
Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (Aptikom) mengadakan Musyawarah Nasional VI APTIKOM di Bali pada, 8 Desember 2022 lalu. Munas ini dihadiri oleh 784 orang yang mewakili masing-masing Perguruan Tinggi Komputernya. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Perkembangan digitalisasi diera modern tentunya tak bisa dipungkiri lagi. Contoh kecilnya saja bahkan hampir semua segmen masyarakat kini sudah menggunakan smartphone. Seluruh kegiatan juga kini dapat dilakukan secara online dan melalui smartphone. Maka dari itu masyarakat hendaknya dapat dengan bijak menggunakan teknologi saat ini yang tentunya bisa mendatangkan ‘cuan’ juga. 

Hal inilah yang mendorong Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer ( Aptikom) mengadakan Musyawarah Nasional VI APTIKOM di Bali pada, 8 Desember 2022 lalu. Munas ini dihadiri oleh 784 orang yang mewakili masing-masing Perguruan Tinggi Komputernya. Dalam Munas tersebut Ketua DPP Aptikom, Prof. Zainal Arifin menekankan agar masyarakat jangan sampai jadi ‘budak’ teknologi yang berkembang saat ini. 

“Kita harus menjadi master dari teknologi ketimbang budak teknologi. Setiap 1 rupiah untuk teknologi harusnya kita bisa cari kesetaraannya untuk kesejahteraan kita. Mungkin kesejahterahan tidak harus diukur dengan rupiah tapi dengan bertambahnya keterampilan pengetahuan dan lain-lain,” katanya pada, Jumat 9 Desember 2022. 

Strategi yang dilakukan oleh Aptikom untuk menjadikan masyarakat Master Teknologi dibidang akademik dimulai dengan penguatan-penguatan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan sekitar masyarakat. Dimana pada kurikulum ini sudah mengadopsi teknologi- teknologi yang hadir yang mau tidak mau dan suka tidak suka ada dihadapan masyarakat. Disamping itu juga Aptikom akan membuka komunikasi di stakeholder salah satunya stakeholder pemerintahan terutama Pemerintah Daerah yang dimulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota. 

“Sudah banyak kerjasama tadi ada smartcity bahkan ada juga sistem pemerintahan berbasis elektronik. Kalau dunia usaha dan industri mungkin semua tahu bahwa dengan pandemi banyak sekali bisnis yang dari manual ke online itu semuanya merangsang kita untuk mengupdate keterampilan dan pengetahuan dan juga domain aplikasi untuk informatika,” sambungnya. 

Sementara itu Pembina DPP Aptikom, Prof. Eko Indrajit mengatakan kini dikalangan Perguruan Tinggi Aptikom, sudah meninggalkan filosofi pendidikan ‘anda tahu apa’ menjadi ‘anda bisa bikin apa’ untuk inovasi kedepannya. Ia juga mengatakan karena orang yang dapat membuat sesuatu pasti karena memiliki pengetahuan. Namun orang yang memiliki pengetahuan belum tentu bisa membuat sesuatu. 

“Supaya tak jadi budak teknologi maka mahasiswa harus bisa membuktikan dia bisa membuat inovasi mulai dari sederhana sampai sulit. Hingga kini di kampus-kampus mulai diterapkan project best learning. Skripsi tidak seperti dulu yang isinya hanya tulisan kini harus membuat sesuatu atau karya yang kelihatan seperti sistem, hardware, bigdata, intinya membuat sesuatu,” kata, Eko. 

Bidang Ilmu Informatika dan komputer merupakan bidang ilmu nomor dua terbanyak diminati setelah bidang ilmu ekonomi yakni pembangunan, akuntansi dan manajemen. Maka dari itu banyak masyarakat yang juga lahir dari Bidang Ilmu Informatika dan Komputer. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved