Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pesta Tahun Baru

Pemkab Gianyar Akan Gelar Pesta Perayaan Tahun Baru

Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengkonfirmasi bahwa di penghujung tahun ini, Kabupaten Gianyar akan meriah, dilengkapi hiburan dan pesta kembang api.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
KOMPAS.com/M ZAENUDDIN
Pengunjung menyaksikan pesta kembang api terbesar The Biggest Jakarta Musical Fireworks yang digelar saat puncak malam pergantian tahun di Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara (1/1/2020).Meski diguyur hutan lebat, animo masyrakat untuk merayakan tahun baru 2020 tidak surut. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejak 2020, Kabupaten Gianyar, Bali tak pernah mengadakan perayaan penghujung tahun. Hal itu akibat pandemi covid-19 karena adanya larangan kerumunan. Kondisi tersebut pun menyebabkan suasana penghujung tahun di Gianyar suram, belum lagi ditambah dengan musim hujan yang menyebabkan suasana menjadi tambah sendu. 

Namun kesunyian penghujung tahun akan berakhir di 31 Desember 2022 ini. Sebab Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengkonfirmasi bahwa di penghujung tahun ini, Kabupaten Gianyar akan meriah, dilengkapi hiburan dan pesta kembang api. "Ada hiburan, lengkap dengan kembang api," ujar Mahayastra, Kamis 15 Desember 2022.

Terkait lokasinya, dipastikan pesta rakyat di akhir tahun ini akan digelar di Alun-alun Gianyar. Dengan demikian, tahun ini akan menjadi tahun pertama Alun-alun Gianyar menjadi saksi perubahan tahun. 

Terkait apa saja susunan rangkaian acaranya, Bupati Mahayastra mengatakan pihaknya belum menyusun. "Belum kita susun, tapi yang pasti nanti akan meriah," tandasnya.

Berdasarkan catatan Tribun Bali, tahun 2020 lalu merupakan penghujung tahun yang mencekam.

Kala itu, Bupati Gianyar, Made Mahayastra meminta maaf pada masyarakat. Sebab saat itu Pemkab Gianyar meniadakan dan melarang adanya pesta menyambut tahun baru yang menimbulkan keramaian. Hal ini dilakukan demi kebaikan bersama. Mengingat saat itu masih dalam situasi pandemi. 

"Sekarang karena khusus dalam situasi covid-19, sesuai surat maklumat Kapolri dan surat edaran Gubernur Bali maka kita di Gianyar tidak melaksanakan perayaan tahun baru," ujarnya kala itu.

Bahkan saking gentingnya situasi kala itu, Bupati Mahayastra sampai berkoordinasi dengan aparat keamanan TNI/Polri, menugaskan Satpol PP Gianyar hingga pemerintahan kecamatan, desa dan adat untuk memantau agar tidak ada perayaan yang menimbulkan keramaian. Sebab biasanya, muda-mudi selalu menggelar pesta kembang api dan makan-makan di bale banjar saat penghujung tahun. 

"Kita akan jaga ini mulai tingkat desa sampai dengan jajarannya. Polisi dengan jajarannya, Kodim dengan jajarannya dan saya akan ke tingkat desa hingga koordinasi ke kadus," kata Mahayastra saat itu.

Mahayastra mengantakan, dirinya pun tidak menyukai situasi ini. Namun kata dia, tidak ada pilihan lain, karena dirinya ingin melindungi masyarakat. Bahkan sebelumnya, pihaknya menginginkan Alun-alun Gianyar yang telah rampung ini sebagai pusat perayaan tahun baru. Namun karena covid-19, iapun meminta masyarakat agar menahan niat untuk merayakan tahun baru di Alun-alun Gianyar, hingga situasi kembali normal. 

"Mari kita bekerjasama membuat situasi kembali normal, dengan cara menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas. Jika kita tidak taat,dan angka covid-19 terus meningkat, maka bukan hanya kita tidak bisa beraktivitas normal, tatapi pembukaan pariwisata internasional juga semakin lama. Kita tentu tak ingin terus-terusan seperti ini, karena itu, mari kita putus mata rantai covid-19 di Gianyar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat," tandas saat itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved