Bayi Dibuang di Gianyar

Digelar di Dua Tempat, Desa Kemenuh Gianyar Gelar Pecaruan Pasca Penemuan Bayi

Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar menggelar upacara pecaruan pasca ditemukannya bayi perempuan di semak belukar kawasan Banjar Tegenungan

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar menggelar upacara pecaruan pasca ditemukannya bayi perempuan di semak belukar kawasan Banjar Tegenungan, Rabu 21 Desember 2021 petang. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar menggelar upacara pecaruan pasca ditemukannya bayi perempuan di semak belukar kawasan Banjar Tegenungan, Rabu 21 Desember 2021 petang.

Ini  merupakan keyakinan Hindu di Bali untuk membersihkan aura negatif dari wilayah setempat.

Pecaruan digelar di dua tempat yaitu di pempatan Agung Banjar Tegenungan dan di lokasi tempat pembuangan bayi. 


Perbekel Kemenuh, Dewa Nyoman Neka saat dikonfirmasi, Kamis 22 Desember 2022 membenarkan hal tersebut.

Baca juga: Baru Lahir Langsung Dibuang, Bayi Perempuan Diselamatkan Warga Kemenuh, Gianyar, Bali

Dia menjelaskan, upacara yang digelar adalah pecaruan nyapuh, dengan sarana caru manca warna, dilakukan pada Rabu petang di pempatan agung atau simpang empat Banjar Tegenungan dan di lokasi tempat pembuangan bayi.


"Tujuan dari pecaruan tersebut, untuk mengharmoniskan kembali alam, mengingat di Banjar Adat Tegenungan dan lokasi tempat pembuangan bayi sudah terkena mala atau leteh," ujarnya.


Terkait pencarian pelaku pembuang bayi, Dewa Neka mengatakan, dalam sepekan ini seluruh aparat desa, baik dinas dan adat melakukan maping untuk mencari sumber informasi berkait remaja atau keluarga yang memiliki kehamilan.

Baca juga: Tinggi Bade Maestro Drama Gong di Gianyar Melebihi Tiang Listrik, PLN Lakukan Pengamanan Jaringan


 "Pencarian pelaku itu kewenangan pihak kepolisian, namun kita juga membantu dengan menugaskan prajuru adat, kelian banjar dan aparat desa untuk mencari sumber-sumber informasi terkait warga yang sebelumnya hamil," jelasnya. 


Dengan maping tersebut, maka ruang gerak warga akan terbaca dan bisa terpantau, "Misalnya ada remaja putri yang tiba-tiba berubah perilaku atau menghilang beberapa waktu dan kemungkinan lainnya, itu patut dicurigai. Tapi kemungkinan yang membuang bayi ini adalah perempuan yang hamil pranikah, faktor ekonomi atau perempuan yang sakit jiwa," tandasnya. 

Baca juga: UPDATE: Puncak Pelebonan Maestro Seni Drama Puri Abianbase Gianyar, Gung Raja Ucapkan Terima Kasih


Di tempat lain, Bupati Gianyar, Made Mahayastra pun telah menjenguk bayi perempuan itu di RSUD Sanjiwani.

Di mana kedatangan orang nomor satu di gumi seni ini, untuk memastikan bayi tersebut mendapatkan penanganan.

Diketahui saat ini bayi tersebut masih dalam perawatan di ruang NICU - PICU.

Wajah bayi pun masih terlihat bercah merah, dampak digigit semut dan nyamuk.

"Kita pastikan anaknya dapat perawatan yang bagus, supaya nanti bisa segera pulih," ujarnya.

Baca juga: Pengidap Berjumlah 2.158 Orang, Gianyar Target Bebas HIV/AIDS Tahun 2030

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved