Ngaben Ngemasa

Tumbuhkan Perekonomian, LPD Kedonganan Mampu Laksanakan Ngaben Ngemasa Hingga Beri Santunan Kematian

Tidak hanya membantu pertumbuhan ekonomi, LPD Desa Adat Kedongan juga melaksanakan Ngaben Menasa dan memberikan santunan kematian kepada krama adat

TribunBali/Agus Aryanta
Pelaksanaan perayaan Hut LPD Desa Adat Kedonganan ke 32 di Pantai Segara, Sabtu 24 Desember 2022 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Lembaga Perkreditan Desa ( LPD) Desa Adat Kedonganan kini sudah berkembang pesat. Bahkan menarik, LPD yang dipilih sebagai pilot project pengelolaan LPD berdasarkan adat dan kearifan lokal Bali ini senantiasa hadir untuk membantu  krama adat.

Tidak hanya membantu pertumbuhan ekonomi, LPD Desa Adat Kedongan juga mampu melaksanakan Ngaben Menasa dan memberikan santunan kematian kepada krama adat.

Kepala LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra, S.H.,M.M. pada siaran persnya Minggu 24 Desember 2022 mengatakan bahwa hari ini LPD Desa Adat Kedonganan memasuki usia 32 tahun, mengingat  awal berdirinya LPD Kedonganan pada tahun 1990.

Pertama berdiri, LPD Kedongan mampu menopang kegiatan pembangunan pura kahyangan desa, seperti Pura Dalem, Pura Segara dan sejumlah pura lain. Hal itu dilakukan karena Desa Adat masih minim.memiliki dana

"Selain membantu pembangunan di desa adat, saat krama menghadapi permasalahan beban upacara yadnya, LPD Kedonganan juga kembali hadir menjadi solusi"

" LPD meluncurkan program Simpanan Upacara Adat (Sipadat) yang memberikan nilai manfaat (labdha) berupa program ngaben dan nyekah ngemasa di desa adat," kata Madra

Diakui program yang diluncurkan tersebut sangat meringankan krama. Bahkan, krama tidak perlu mengeluarkan biaya upacara alias gratis.

Program ngaben dan nyekah ngemasa dimulai tahun 2006 dan tetap berlangsung secara rutin tiap tiga tahun hingga sekarang. 

"Selain itu, LPD Kedonganan juga konsisten memberikan santunan kematian bagi krama yang meninggal dunia," tegasnya

Diakui, total dana ngaben ngemasa yang telah dikeluarkan LPD Kedonganan sejak tahun 2006 hingga 2021 senilai Rp 5,2 miliar.

Santunan bagi krama yang meninggal dunia sejak tahun 2002 hingga 2022, termasuk manfaat Sipadat Plus, senilai total Rp 1,5 miliar.

Masih berkaitan dengan beban biaya upacara yadnya, LPD Desa Adat Kedonganan juga memberikan punia piodalan atau pujawali di pura banjar, dadia, paibon serta merajan yang di-empon krama Desa Adat Kedonganan. 

"Yang paling paling baru LPD Desa Adat Kedonganan memberikan punia bagi krama dalam pelaksanaan upacara ngusaba desa pada Purnama Kapat, 10 Oktober 2022 lalu senilai Rp 950.000.000," tambah Kepala Tata Usaha LPD Kedonganan, Drs. I Wayan Suriawan. 

LPD Desa Adat Kedonganan juga menjadi motor penting merevitalisasi tradisi mapatung saban hari raya Galungan melalui program mapatung daging babi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved