Berita Buleleng

Tak Terima Disebut Rampas Tanah Warga di Batu Ampar, Agus Suradnyana Melapor ke Mapolres Buleleng

Bupati Buleleng Agus Suradnyana melaporkan seorang mantan anggota DPRD Bali I Nyoman Tirtawan ke Mapolres Buleleng, atas tuduhan pencemaran nama baik

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kuasa hukum Putu Agus Suradnyana, Gede Indria menunjukkan surat pengaduan yang telah dikirim oleh pihaknya ke Kapolres Buleleng, Selasa (27/12). Bupati Buleleng ini melapor karena tak terima dirinya disebut merampas tanah warga Dusun Batu Ampar, Gerogkak, Buleleng, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Bupati Buleleng Periode 2012-2022, Putu Agus Suradnyana melaporkan seorang mantan anggota DPRD Bali I Nyoman Tirtawan ke Mapolres Buleleng, atas tuduhan pencemaran nama baik, Selasa 27 Desember 2022.

Laporan dilayangkan melalui kuasa hukumnya, Gede Indria. 


Gede Indria menyebut Tirtawan telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik kliennya, saat melakukan orasi bersama sejumlah warga di Bundaran Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pemkab Buleleng Tidak Gelar Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru

Di mana saat melakulan orasi itu, Tirtawan menyebut kliennya telah merampas tanah warga di Dusun Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.

Sehingga lahan yang biasanya digunakan oleh warga untuk berkebun dan bertani tidak bisa digunakan lagi. 


Pada Juni lalu, Tirtawan mewakili warga Dusun Batu Ampar juga melalukan aksi demo di Mapolres Buleleng.

Dengan menggunakan pengeras suara ia juga melontarkan tudingan yang serupa.

Baca juga: Pemkab Buleleng Diminta Siapkan Arena untuk Pemuda Salurkan Bakat Bela Diri

Tak terima nama baiknya dicemarkan, Suradnyana melalui kuasa hukumnya pun akhirnya melayangkan pengaduan ke Mapolres Buleleng


"Masalah kronologi lahan di Dusun Batu Ampar itu menjadi ranah Pemkab Buleleng. Yang jelas klien saya merasa tidak pernah merampas hak milik rakyat, sehingga merasa nama baiknya telah dicemarkan," terang Indria. 


Indria menyebut kliennya telah menyampaikan laporan secara tertulis, dan sudah diserahlan kepada Kapolres Buleleng.

Atas perbuatannya, Tirtawan imbuh Indria telah melanggar Pasal 27 UU ITE, jo Pasal 310 atau 311 KUHP.

Baca juga: Kepala Dinas Kesehatan Buleleng Sudah Koordinasi dengan Pemprov Bali Soal KLB Rabies

"Tirtawan mengumandangkan dengan alat pengeras suara bahwa pejabat yang saya dengar dan lihat, sebagai bupati terkaya melakukan perampasan terhadap hak milik rakyat. Klien saya merasa tidak pernah melakukan itu, jadi ini  pencemaran nama baik," jelasnya. 


Sementara Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya membenarkan jika pihaknya menerima laporan dari Putu Agus Suradnayan dalam bentuk pengaduan masyarakat (dumas), yang disampaikan melalui kuasa hukumnya. 

Laporan diterima oleh pihaknya sekitar pukul 12.30 wita. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved