Berita Badung

1.500,53 Gram Ganja Berhasil Diamankan, BNNK Badung: WNA Sebagian Besar Dari Thailand

pada tahun 2022, BNNK Badung berhasil menyelesaikan 6 kasus tindak pidana narkotika yang diantaranya 3 warga negara Indonesia (WNI) dan 3 WNA.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kepala BNNK Badung AKBP AA Gede Mudita - 1.500,53 Gram Ganja Berhasil Diamankan, BNNK Badung: WNA Sebagian Besar Dari Thailand 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Peredaran gelap narkotika masih banyak di Bali khususnya Badung.

Bahkan untuk penggunaan narkotika jenis ganja dominan digunakan oleh Warga Negara Asing (WNA).

Hal itu pun diungkapkan Kepala BNNK Badung, AKBP AA Gede Mudita, saat melakukan jumpa pers akhir tahun pada Jumat 30 Desember 2022.

"Kalau berbicara masalah narkoba saat ini, ganja masih didominasi di Badung. Bahkan sebagian besar penggunanya adalah WNA," kata AKBP Mudita.

Baca juga: Dilimpahkan Terkait Kasus Ganja, Jaksa Kejari Badung Tahan Mahasiswa Asal Turki

Pihaknya mengakui, pada tahun 2022 ini, sudah berhasil menyelesaikan 6 kasus tindak pidana narkotika yang diantaranya 3 warga negara Indonesia (WNI) dan 3 WNA.

Dari enam kasus yang diselesaikan sebagian besar adalah kasus narkotika ganja.

"Semua WNA kasusnya ganja. Bahkan barang bukti yang kami sita pun lebih banyak ganja daripada narkoba jenis sabu," ucapnya.

Diakui barang bukti yang berhasil diamankan selama tahun 2022 yakni 10,24 gram sabu dan 1.500,53 gram ganja.

Bahkan ganja yang diamankan sebagian besar memang akan diedarkan di Bali dengan jaringan berbagai daerah. Namun ada juga ganja dari luar negeri.

"Jika dilihat dari barang bukti, memang kebanyakan dari jenis ganja. Hal ini karena banyak wisatawan yang mengonsumsi ganja, karena di negara asalnya ganja tersebut legal," katanya.

"WNA yang kami amankan sebagian besar dari Thailand, karena di negaranya legal dan setelah kita tanya WNA tersebut mengaku lupa. Sehingga WNA tersebut masih membawa barang tersebut di tasnya," sambungnya.

Lebih lanjut pihaknya mengaku, selain melakukan pengungkapan kasus, BNNK Badung juga berhasil melakukan rehabilitasi kepada warga atau masyarakat yang menjadi pecandu narkoba.

Sebanyak 16 orang pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba yang telah mengakses layanan rehabilitasi di BNNK Badung.

"Fasilitas layanan rehabilitasi milik BNN adalah satu-satunya di Indonesia yang memberikan layanan komprehensif, mulai dari layanan rehabilitasi dengan pendekatan medis, sosial, dan pasca rehabilitasi dalam satu atap," tegas AKBP Mudita.

Diakui rehabilitasi merupakan satu-satunya solusi dan kesempatan terbaik bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba untuk pulih dan memperoleh masa depan yang lebih baik.

"Untuk mencegah, kami juga mempunyai sekolah bersinar yakni bersih dari narkoba. Termasuk lapas dan desa bersinar," imbuhnya.(*)

Kumpulan Artikel Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved