Destinasi Wisata Bali

Destinasi Wisata Bali, Tari Pendet Kolosal Hibur Pengunjung Desa Penglipuran di Awal Tahun 2023

Memasuki awal tahun 2023, wisatawan yang berkunjung ke Desa Penglipuran dihibur dengan tari Pendet kolosal, Minggu (1/1/2023).

Muhammad Fredey Mercury
Pementasan kembali tari Pendet kolosal ini sebagai ucapan selamat datang pada para wisatawan yang berkunjung bertepatan dengan awal tahun 2023 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Memasuki awal tahun 2023, wisatawan yang berkunjung ke Desa Penglipuran dihibur dengan tari Pendet kolosal, Minggu (1/1/2023). Tarian yang dibawakan anak-anak SD hingga SMA itu sukses mencuri perhatian para wisatawan yang berkunjung.

Manajer Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa mengungkapkan, Tari Pendet kolosal sebelumnya sempat ditampilkan pada pembukaan Penglipuran Village Festival IX. Pementasan kembali tari Pendet kolosal ini tidak terlepas dari berbagai masukan pengunjung agar tarian tersebut kembali dipentaskan. 

Oleh sebab itu bertepatan dengan awal tahun 2023, pihaknya mewujudkan masukan tersebut untuk memberikan suasana baru pada para pengunjung. Kata Sumiarsa, yang membuat tari Pendet ini spesial karena para penari mengenakan busana tempo dulu.

"Tari Pendet kolosal ini menjadi atraksi wisata yang coba kami suguhkan di hari pertama tahun 2023, sebagai ucapan selamat datang pada para wisatawan yang berkunjung. Seperti saat Penglipuran Village Festival IX, pementasan Tari Pendet kolosal kali ini juga bertempat di jalan utama Desa Penglipuran," jelasnya. 

Pementasan tari Pendet kolosal di jalan utama Desa Penglipuran.
Pementasan tari Pendet kolosal di jalan utama Desa Penglipuran.

Tari Pendet kolosal dibawakan 70 anak-anak Desa Penglipuran, mulai dari kelas IV SD hingga SMA Kelas X. Atraksi wisata ini dipentaskan setiap jam, mulai pukul 10.00 wita hingga pukul 12.00 wita.

Kedepannya tari kolosal ini dikemas menjadi atraksi spesial, untuk dipentaskan di hari-hari tertentu saja. Seperti tanggal 1 Januari, umanis Nyepi, hari raya idul Fitri, dan hari-hari besar lainnya. "Harapan kami dengan tarian ini, Penglipuran bisa semakin lebih dikenal lebih banyak oleh wisatawan Nusantara," ungkapnya.

Sumiarsa juga mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke Penglipuran mengalami peningkatan yang signifikan. Ini tidak terlepas dari momentum hari-hari besar seperti Natal dan tahun baru, hari raya Galungan, hingga liburan sekolah. 

"Tercatat per tanggal 31 Desember, jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran mencapai 5 ribu orang. Karenanya di hari ini kami menargetkan jumlah kunjungan mencapai 4 ribu orang," sebutnya.

Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Pemerintah Indonesia secara resmi telah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berkaitan dengan wabah Covid-19. Menanggapi hal tersebut, Sumiarsa menyambutnya dengan sangat senang. Kendati demikian pihaknya tidak akan melakukan pelonggaran yang sangat signifikan.

"Dalam artian kami tetap akan mengimbau para wisatawan agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Salah satunya memakai handsanitizer saat masuk ke rumah penduduk, serta mengenakan masker saat berada di ruang publik terutama di area icon kami, yaitu di desa penglipuran ini," jelasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved