Angin Kencang di Bali

28 Unit Bangunan Rusak Akibat Diterjang Angin Kencang di Karangasem, Bali

Sebanyak 28 unit bangunan rusak akibat diterjang angin kencang di Karangasem, Bali.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Peristiwa pohon tumbang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Karangasem, Bali pada 2 Januari 2023 - Sebanyak 28 unit bangunan rusak akibat diterjang angin kencang di Karangasem, Bali. 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 28 unit bangunan rusak akibat tertimpa pohon tumbang, Senin 2 Januari 2022 sore hari.

Pemicunya karena angin kencang. Rinciannya 16 unit rumah, 5 bangunan lain, 3 pura perorangan, 2 warung, dan sisanya hotel serta pura milik umum.

Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan, puluhan bangunan tertimpa pohon tumbang usai diterjaang angin kencang.

Kerusakannya rata - rata dibagian atap.

Genteng pecah, hingga kayu patah. Sebagian besar kerusakan bangunannya ringan hingga sedang.

"Kasus pohon tumbang per 2 Januari 2023 sebanyak 48 kasus. Terbanyak yakni di Kec. Bebandem hampir 23, Kecamatan Abang 7 kasus, dan sisanya di Karangasem, Manggis, Selat, Kubu,"ungkap IB Ketut Arimbawa, Selasa 3 Januari 2023 siang hari.

Tak korban akibat kejadian ini. Luka berat, serta ringan juga nihil.

Bersangkutan hanya  mengalami kerugian materiil hingga ratusan juta.

"Untuk estimasi keerugian capai 259 juta akibat kerusakan puluhan bangunan.  Terbanyak yakni di Kecamatn Bebandem dan Abang," tambahnya.

Baca juga: Berikut Ini Daftar Bencana Alam di Berbagai Kabupaten di Bali Akibat Cuaca Buruk Angin Kencang

BPBD Karangasem mminta warga selalu waspada terhadap pohon tumbang. Jauhi pohon besar serta tua.

Mengingat cuaca di Kab. Karangasem sejak beberapa hari terakhir cukup ekstrem.

Terutama kecepatan angin dan hujan. Masyarakat seharusnya mengenali lingkungan.

"Kita himbau warga untuk tetap berhati - hati dan waspada disaat  cuaca  ekstrem. Dilarang mendekati daerah tebing yang potensi terjadi longsor serta dekat pepohonan. Tujuannya mengantisipasi  hal yang tak diinginkan. Seperti tertimpa tebing dan pohon tumbang," akui Arimbawa.

Untuk diketahui, Kasus bencana alam di Kab. Karangasem meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Dari Januari 2022  saampai Desember 2022, kasus bencana alam di Kab. Karangasem capai 600 kasus lebih.

Tersebar disemua Kecamatan. Terbanyak Kecamatan Bebandem.

Sekitar 600 kasus bencana alam di Karangasem didominasi pohon tumbang capai 250 kasus lebih, tanah longsor sekitar 131 kasus, kebakaraan rumah 40 kasus, kebakaran lahan 26 kasus, sedangkan sisanya yakni banjir, gempa, kekeringan, abrasi, gempa, dan kecelakaan, gelombang. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved