Angin Kencang di Bali

Cuaca Ekstrem, Nelayan Di Karangasem Sudah Tak Melaut Dua Pekan

Sebagian besar nelayan di Karangasem tak melaut dikarenakan cuaca tak bersahabat. Angin yang bertiup lumayaan kencang, hingga kecepatan 20 knot.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ Saiful Rohim
Suasana nelayan di Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kamis (5/1/2023) siang hari. Jukung nelayan terlihat berjejer di Pesisir Pantai Ujung Pesisi. 

AMLAPURA, TRIBUN BALI. COM - Sebagian besar nelayan di Karangasem tak melaut dikarenakan cuaca tak bersahabat. Angin yang bertiup lumayaan kencang, hingga kecepatan 20 knot. Tinggi gelombangnya diperkirakan mencapai 1.25 sampai 2 meter sekitar Perairan Kabupaten Karangasem.

Benny, nelayan asal Banjar Dinas Ujung Pesisi, Tumbu, Kecamatan Karangasem, mengatakan, hampir dua pekan nelayan di Ujung Pesisi tak melaut. Penyebabnya karena cuaca ditengah laut tidak  bersahabat. Tinggi  gelombang diperkirakan mencapai sekitar 1.5 meter, dan ombak cukup keras.

"Khawatir kalau turun melaut. Gelombang ditengah laut lumayan tinggi. Sementara istirahat dulu sampai cuacanya membaik. Kemarin saya lihat di medsos ada fastboat terbalik dikarenakan gelombangnya tinggi,"ungkap Benny, Kamis  (5/1/2023) kemarin.

Hal serupa diungkapkan Romi, rekan Benny. Saat ini nelayan memilih memperbaiki  peralatan melautnya sampai kondisi cuaca bersahabat.

"Kalau ikan ditengah laut ada. Kita tak berani melaut karena gelombang masih tinggi. Sementara kita beristirahat dulu,"tambah Romi, nelayan asal Br. Ujung Pesisi.

Pihaknya berharap kondisi gelombang di laut segera membaik, sehingga para nelayan bisa segera beraktivitas  kembali. Apalagi  permintaan ikan sejak pergantian tahun baru mulai  meeningkat, serta harga perekornya mencapai 5 sampai 7 ribu."Semoga cuaca di laut segera membaik,"harapnya.

Beberapa pengusaha ikan bakar di Kabupaten Karangasem mengatakan ikan tongkol agak sulit didapat. Mengingat para nelayan tidak melaut sejak beberapa hari karena cuaca gelombang tinggi. Sementara pedagang hanya jual ayam bakar, berserta  ikan jenis lainnya.

"Permintaan ikan (tongkol) bakar lumayan banyak. Karena pasokannya tak ada, terpaksa tak jual. Semoga  cuacanya segera membaik, sehingga ikan mudah didapat. Harga ikan perekornya capai sekitar 5 ribu. Yang dibakar kita jual 11 - 12 ribu,"akui pengusaha ikan bakar.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved